Tentang Menonton Konser Metallica Lebih dari Sekali.
25 Agustus 2013 merupakan hari yang bersejarah dalam hidup gue. Setelah menyukai sebuah band bernama Metallica selama lebih dari satu dekade, akhirnya gue berkesempatan menonton konser mereka untuk pertama kalinya. Ya, pada usia 23 tahun 7 bulan 5 hari, gue menonton konser Metallica untuk pertama kalinya. Gue gemeteran. Gue nangis. Gue gemeteran sampai nangis. Gue nangis sampai gemeteran. Selengkapnya bisa dibaca di sini.
22 Januari 2017 kembali menjadi hari yang bersejarah dalam hidup gue, karena akhirnya gue menonton Metallica LAGI pada usia gue yang 27 tahun 2 hari. Ya, gue menghadiahi diri gue sendiri dengan tiket konser yang mahalnya memaksa gue untuk menutup mata saat ngeklik tombol “Purchase”. Mungkin ada yang bertanya, kenapa nonton Metallica lagi? Emang ngga cukup cuma sekali?
Jawabannya adalah ngga. Ngga cukup nonton Metallica cuma sekali.
Sejujurnya, gue sempat ragu mau nonton Metallica lagi. Pertama, tiketnya mahal. BANGET. Kedua, konsernya di kampung halaman alias Singapore which means gue harus make extra effort (in terms of money, time, and energy). Bahkan gue sempat berpikir untuk melewatkan Metallica demi Bring Me the Horizon (yang terakhir gue tonton sekitar tahun 2010 atau 2011 atau 2012 gitu) yang juga akan konser di Singapore bulan Februari nanti. BMTH jelas lebih murah. Hell, jauh lebih murah. Namun, ketika gue berpikir bahwa Oliver Sykes masih bisa loncat-loncat sampai lebih dari satu dekade lagi sedangkan Papa Het udah seumuran nyokap gue sendiri, gue akhirnya menyadari prioritas gue yang sesungguhnya.
Dude, it’s the goddamn Metallica. When you have the time, the money, and the energy, you go see Metallica concert. Kita ngga tau kadar kolesterol Papa Het, kita ngga tau apakah Kirk Hammett umurnya panjang. Mumpung empat-empatnya masih sehat dan berkunjung ke kampung halaman untuk mempromosikan album barunya, you go see Metallica concert.
And I regret nothing.
It was worth every single penny.
It was worth every second.
It was worth every frikkin thing.
BAGUS BANGET KONSERNYA. Sound check-nya aja bikin gue deg-degan. The Ecstasy of Gold kembali membuat gue berkaca-kaca, but this time I managed to fight my tears so I didn’t cry. Berkaca-kaca iya, nangis gemeterannya ngga. IT WAS NOT ONLY ABOUT THE MUSIC. Visual effects-nya gilaaaaaaaaaaaaaa!!!!! Superb!!!!! Second best after Super Show. Never seen a metal concert like this before. Crowd-nya juga behave dan ngga rusuh. Aman dan nyaman. I FELT SO FRIKKIN HAPPY.
It was not just a concert, it was a once in a lifetime experience.
So, yeah, nonton Metallica itu ngga cukup sekali.
I dunno about twice,
but
if I have the time, the energy, and the money to watch them again
I think I will.






