MENCINTAI UNTUK MENGIKHLASKAN
Keputusan untuk mengubur dalam-dalam kenangan masa lalu yang sangat menyakitkan adalah pilihan terbaik.
Walau disakiti adalah kenangan terpahit, tapi hidup harus terus melejit.
Hingga tiba saat Allah membolak balik kan hati, kini rasa itu telah hilang dan berganti.
Dan hati telah memilih untuk mencintai kembali.
Namun, pelajaran masa lalu memang sudah selayaknya meninggalkan hikmah.
Hikmah yang mestinya kita bawa untuk bekal perjalanan di masa depan.
Bahwa jangan sampai mencintai untuk merasakan sakit kembali.
Dan kini mencintainya adalah untuk belajar ikhlas.
Tidak menuntut balas namun menjadikannya berkelas.
Tidak berharap lebih namun menjadikannya bersih.
Hanya berharap dalam doa-doa panjangku agar Allah memberinya bahagia.
Dan bagiku bahagianya saja sudah cukup.
Toh kalaupun tidak bersanding, insyaAllah akan diberikan yang sebanding.
Bahkan yang lebih, karena itu pilihan Allah, bukan pilihanku.
Itulah aku yang mencintai untuk belajar mengikhlaskan.
-kepompongsaa-






