Diang dan keluarga mengucapkan : Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439H Taqobbalallahu minna wa minkum Shiyamana wa shiyamakum Kullu 'aamin wa antum bikhair 🙇🙏🤝 #eidalfitr1439H #eidmubarak #fotolama #malesedit #badanrentek #baruberesbebenahcuy
seen from China

seen from United States
seen from China
seen from Poland
seen from Germany

seen from China
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Poland
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from China

seen from Germany
seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from Türkiye
seen from Netherlands
seen from China
seen from Netherlands
Diang dan keluarga mengucapkan : Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439H Taqobbalallahu minna wa minkum Shiyamana wa shiyamakum Kullu 'aamin wa antum bikhair 🙇🙏🤝 #eidalfitr1439H #eidmubarak #fotolama #malesedit #badanrentek #baruberesbebenahcuy

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
MAKA UNTUK APA KAMU MENULIS ??
Mengapa kamu menulis ?? Mengapa kamu harus menulis ?? Saya dulu punya banyak cita-cita mulai dari dokter sampai atlet basket, semua saya inginkan dalam sekejap. Lalu apa kata teman saya ? Banyak banget cita-citanya. Seketika saya minder. Ya, untuk jadi dokter saya tidak punya kemampuan yang memadai, begitu pun menjadi atlet basket atau atlet lainnya karena faktanya saya tidak menyukai olahraga. Lalu kenapa akhirnya saya menulis ? Sejujurnya, sampai saat ini saya ingin dibaca atau dalam artian ingin dianggap ada meski itu melalui karya. Saya buka orang yang vokal. Pacar saya pun mengatakan saya bukan orang yang percaya diri. Kejujuran yang kedua bagi saya kali ini adalah saya sering menangis mendapati hal ini. Saya begitu ingin menjadi orang lain tapi mengapa ?? Mengapa saya begitu menginginkan menjadi orang lain ? Bahkan terkadang saya pun juga iri dengan dia. Pacar saya sendiri.
Orang bilang ketika kamu menulis, maka kamu sudah berusaha jujur melalui tulisan dan orang yang membaca tulisanmu adalah mereka yang berusaha memahami kejujuran dan keberanianmu. Lalu untuk apa saya harus menulis jika saja masih banyak hal yang tidak perlu saya tuliskan ?? Banyak perasaan yang harus saya jaga. Andrea Hirata bilang kalau penakut, jangan pernah menjadi penulis. Setidaknya itulah intinya. Maka kenapa saya tetap menjadi penulis bahkan saya memiliki banyak ketakutan di dalam kepala yang tiba-tiba saja menyeruak seperti setan dimana-mana. Mengapa saya harus memikirkan banyak perasaan dikala perasaan saya tercabik-cabik jadi entah berapa kepingan ?
Ketika kamu menulis, jangan memikirkan siapa yang membaca. Tulislah terus hingga tulisan kita bertemu jodoh pembacanya. Maka mengapa saya memilih sarana kertas kosong ini ketika saya hanya memikirkan apakah tulisan saya akan dibaca ?? Apakah tulisan saya akan disukai orang ? Rumitkah cerita yang saya buat ? Jeniuskah saya dalam memilih tema ? Oh sungguh !! Betapa saya ingin menghardik diri saya sendiri saat ini.
Saya pernah ingin mencoba menyukai hal lain selain dunia fiktif ini. Saya coba untuk menyukai musik, film, fotografi, jalan-jalan bahkan teknologi. Tapi apa yang saya dapat ?? Dia datang tiba-tiba. Rasa untuk mengoceh bukan dalam bentuk manusia. Berimajinasi segalanya. Kenapa saya harus bertemu lagi dengan menulis ? Apa saya berjodoh ? Kenapa saya tidak bisa mencintai matematika ? Fisika ? Kimia ? Biologi ? Tak pelak jika memang begitu jalannya, maka jalan didepan saya akan lebih terjal dibanding jalan lainnya. Maka apakah saya harus berjuang ?? Saya ingin menjauhi perjuangan karena saya tidak menyukai ketidakpastian. Kenapa saya harus berjuang untuk menulis ? Apa yang saya perjuangkan dalam menulis ? Uang ? Ketenaran sebagai penulis ? Royalti terhadap sebuah karya ? Jam kerja yang fleksibel ? Atau pembaca setia yang membedah buku hingga kata-katanya ? Yang selalu menuliskan kembali quote-quote yang mereka anggap bermakna ? Yang menunggu karya-karya fikif saya selanjutnya ?
Maka, jika saya harus mengubah, akan terlalu banyak yang perlu diubah. Untuk itu, persilakan saya mempersiapkan imajinasi-imajinasi saya dalam bab-bab baru. Saya percaya, jalan itu selalu ada tembusannya, bahkan saat ini ketika jalan itu buntu, saya hanya perlu memanjat, menghancurkan temboknya atau terbang melewati jurang untuk sampai disana, dimana satu pertanyaan saya yang akhirnya terjawab "Untuk apa saya menulis ?"