Tentang Belajar Mengerti
Pada suatu waktu, kujumpai orang terdekatku ternyata sangat perhitungan dengan rupiah yang dikeluarkannya. aku tak senang melihatnya. aku merasa aku bukan orang yang perhitungan, terutama karena menurutku hal yang diperhitungkannya semestinya menjadi hal yang sewajarnya tidak perlu diperhitungkan.
Namun belakangan kupahami, ia menjadi perhitungan karena selalu berusaha menyisihkan sebagian rupiahnya untuk kebutuhan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya. tiada hal lain yang dipikirkannya selain mencukupi kebutuhan orang terdekatnya.
Di lain waktu kutemui orang terdekatku yang lain memamerkan pencapaiannya dihadapanku. ya, hanya pamer. dan bagiku sebenarnya itu hal biasa yang sepertinya dilebih-lebihkan.
Namun belakangan aku mengerti mereka seperti itu karena ternyata masa lalu mereka tidak mudah dan penuh kekurangan. kini setelah mencapai cita-cita mereka jadi sering membanggakannya.
Ternyata semua tergantung dari sudut mana kita memandangnya. Tidak perlu menyalahkan dan menghujat orang lain. Bagaimana seseorang sekarang terbentuk berdasarkan bagaimana keadaan dan pengalaman yang telah dilaluinya. kita mungkin tidak akan memahami bagaimana perasaan mereka sebagaimana kitaa juga merasa orang lain belum tentu memahami kita.
semuanya hanya tentang belajar untuk mengerti keadaan orang lain.











