Sebenarnya sudah lama sekali mendengar nama dan mengidolakan Mbah Ledjar Subroto di Internet, Namun batu pertama kali nonton pementasa wayang kancilnya di pegelaran dongeng jogja di bikin oleh temen2 @rumahdongengmentari di Imogiri tahun lalu, itupun setelah sekali kecewa ketinggalan pementasan beliau di plaza ngasem karen salah informasi. Tidak sangka itulah pementasa terakhir Mbah Ledjar yang bisa kami nikmati. Begitu bertemu, abwa sangat sekali akrab, karena pembawaan beliau yang terbuka dan humble kepada anak-anak. Pernah suatu sore, kami berkunjung ke Sanggar Mbah Ledjar di Jalan Mataram, Sanggar yang sekaligus menjadi tempat beliau tinggal. Kebetulan Mbah Ledjar sedang duduk di depan menikamati sore. Beliau mempersilahkan kami masuk untuk melihat-lihat koleksi wayangnya, sambil bercerita tentang Wayang kancil, Serat Kancil, dan bagaimana respon pemerintah terhadap keberlangsungan dan kelestarian wayang kancil sebagai media dongeng dan belajar untuk anak-anak. Beliau merasakan bahwa di Luar Negeri, Wayang Kancil ini lebih dihargai. Bahkan Serat Kancil. asal muasalal cerita tentang kancil yang legendaris itu, Belia menemukannya di Belanda. Dan sudah seharusnyalah, di Jogja, sebagai Kota yang dikenal dengan Kota Pendidikan, Wayang kancil, Dongeng-Dongeng yang Positif harusnya lebih sering di Gelar. Terimakasih telah menjadi Idola Kami, Selamat Jalan Mbah Ledjar, Semoga Husnul Khotimah, Amin... #wayangkancil #ledjar #ledjarsubroto #senimanjogja #rumahdongengmentari













