Rindu--- 👱🏻♀️ Bosan mungkin pembacaku melihat postinganku tentang kerinduan terhadapmu.. Tak jarang mereka geram terhadapku yang terus-menerus merindukanmu.. Iya.. bodoh memang bila ku sadari Aku terlalu memasukkanmu ke dalam hatiku, hingga Aku lupa bagaimana cara menghapus memori tentangmu.. Aku lupa bagaimana mengeluarkanmu dari hatiku.. Kamu terlalu mendasar tinggal dan menetap disana.. Yaa... walaupun hanya 15 hari kamu disana, sudah cukup sulit untukku mengeluarkan mu.. Yeah... aku lupa bagaimana caranya untuk hidup tanpamu seperti saat aku belum mengenalmu.. maafkan aku.. Maafkan aku masih merindukan bajingan sepertimu, merindukan aroma tubuhmu, caramu memperlakukanku, kata-kata kasarmu, peluk hangatmu, manis bibirmu, aku merindukan dimana kita bisa tertawa lepas karna hal kecil.. aku merindukan bagaimana kesalnya kamu untuk ku minta kembali.. bagaimana kesalnya kamu menerima kebawelan ku.. bagaimana lucunya kamu menyesuaikan umurku.. bagaimana tampannya kamu tersenyum dan meminta maaf atas kesalahanmu.. Aku rindu... pada senyum mu yang teduh, yang menghangatkan suasana hatiku, yang bisa membuatku tersenyum dan menyimpan memori lekuk bibirmu.. Aku rindu... pada lembutnya tanganmu menyapu rambutku, yang memegang halus rahangku untuk mengecup keningku, dan menyimpan memori lentik jarimu.. Aku rindu... pada halusnya suaramu yang mengindahkan telingaku, yng berbicara manis untuk menenangkan hatiku, dan menyimpan memori setiap bualanmu.. Aku seperti orang gila yang terus menerus mengagumi mu bahkan dengan jelas hati ini telah kamu tusuk dengan begitu banyak kata tajam.. Aku ingin sadar, bahwa kita tidak bersama lagi.. hidupmu bukan untuk ku lagi.. hidupku bukan untuk mengganggumu lagi.. untuk menghujanimu pertanyaan sakartis dan menyudutkan posisimu.. Aku ingin sadar, bahwa bukan akulah tersangka dalam hubungan ini, bahwa kamulah yang jelas menyakiti aku dan membohongi ku.. Aku ingin melupakan semua perasaan ini dan hidup tenang tanpa bayang-bayangmu.. Aku ingin, namun aku belum bisa.. untuk menahan tidak menanyakan kabarmu saja adalah pekerjaan berat untukku.. aku rindu ketika kamu merindukberarti berkaca sebelum liat orang ngacaanku.. aku rindu ocehanmu yang tak ku balas chatmu.. aku rindu kekesalanmu karna aku menggenggam handphone saat bersamamu.. aku rindu kemarahanmu saat pria lain menggodaku.. aku sudah gila.. memang sudah gila tetap mencintaimu seperti ini.. mengagumi mu dari kejauhan dan menganggap aku baik-baik saja tanpamu.. mencintaimu dalam diam dan bersikap kuat didepan teman-teman mu.. memerdulikan kesehatanmu dan memerhatikanmu dari kejauhan.. aku sungguh gila karna masih terbayang tentangmu diingatanku.. dirmu yang ku anggap malaikat setelah ayah-ibu ku.. aku sudah gila karena itu, sekarang.. biarkan aku menggila karna menahan rindu ini.. menahan rindu yang tak kunjung mendapati obatnya.. rindu yang tak bisa ku lepaskan pada akhirnya.. aku merindukanmu dalam gila, untukmu pria yang masih ku anggap malaikatku, dari aku anak kecil yang kamu anggap beban.












