Bahkan laut yang ku cintai ini masih tetap membuatku sesak dengan dalam dan misterinya, sebenarnya tidak ada yang benar-benar sedalam itu menarikku selain si biru luas ini, dingin dan gemuruhnya memenuhi ruang-ruang hati dan pikiran.
Pada kehidupan yang sekali ini, apakah hanya bisa ku nikmati hari demi harinya dengan lantunan nada-nada menyayat hati? Ataukah mungkin pada sesak yang manalagi harus ku lalui itu menemui bahagia di ujung sana?, bukankah kita punya tuhan yang maha kaya dan cinta, apakah menderita juga bagian dari kasih itu?.
Binar-binar itu tidak perna lepas, bahkan perih ini hanya bisa aku lalui dengan hampa, tidak ada sakit yang teramat juga segala-galanya…haruskah kembali menggulung mimpi itu?
Kepada tuhan yang maha kasih, mungkinkah kata-kata merayuku tidak seindah mereka? Ataukah mungkin tidak ada sedikit kebaikan yang aku lakukan samapai hari ini rasanya akrabku dengan perpisahan dan patah kesekian kalinya begitu sering, bahkan merasa dicintaipun apakah semahal itu untuk si miskin ini cicipi, bahkan rumah yang ku tujuh pun tidak pernah begitu tulus memeluk….
Salahkan kali ini untuk sedikit egois?