Tadi saat shalat tarawih, di samping saya ada anak kecil, mungkin baru kelas 2-3 SD. Temannya yang seumuran berada di shaf depan. Si temannya ini gak bisa diam, gerak kesana kemari. Bahkan berjalan melewati ibu-ibu yang lagi shalat. Anak yang samping saya hanya bisa melihat dan diam melihat tingkah temannya. Si temannya baru juga 2 rakaat sudah tumbang copot mukena. Nah, kelihatan si anak baik samping saya mulai tergoda, tapi entah kenapa ia masih bertahan dan melanjutkan sampai 4 rakaat pertama. Si temannya tambah menggoda, nengok ke belakang sambil lipat mukena dan sajadah. Anak baik pun tambah kelimpungan ingin pulang, terlihat dari gerak-geriknya. Tapi lagi-lagi ia bertahan dan melanjutkan sampai 8 rakaat. Akhirnya si anak ini menyerah dan duduk kelelahan. Anak yang gak bisa diam kemana? Sudah main dari tadi. Salutnya, anak samping saya masih duduk pakai mukena dan menunggu sampai beres 11 rakaat.
Kalau anak bocah saja bisa istiqomah teguh pendirian dengan segala keyakinannya, lantas kenapa kita yang sudah diberi kelebihan berfikir masih sering goyah terhasut oleh ajakan orang lain yang kurang bermanfaat?