Kritis – Korektif – Konstruktif
Adalah sebuah kemampuan diri, dimana kita berusaha untuk memusatkan perhatian pada sebuah fenomena dengan mengkaji, menunjukan kekurangan dan kesalahan serta memberikan solusi alternatif yang lebih baik untuk fenomena tersebut.
Kemampuan ini merupakan salah satu tanda, bahwa diri kita mulai belajar mendewasakan jiwanya, karena sejalan dengan bertambahnya usia, tak semua insan memilih untuk mendewasakan jiwanya, maka beruntunglah diri kita, yang senantiasa menjadi bijak dan dewasa dalam menjalani hari-hari kita.
Dewasa ini, arus informasi begitu deras, jika diibaratkan ombak, ombak informasi hari ini, kian hari kian membesar, bahkan siap menerjang tanpa peduli waktu, kondisi dan keadaan apapun yang sedang diri kita alami. Tak jarang manusia dibuatnya serba salah, ditambah dengan semakin banyaknya informasi-informasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. Salah menerima informasi, tentunya akan mempengaruhi fikiran, mental, bahkan jiwa manusia. Untuk itu perlu kiranya, diri kita mengembangkan kemampuan berfikir kritis, korektif, dan konstruktif, guna mencegah diri kita, menjadi korban dari gelombang informasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. Allah swt memerintahkan kepada kita, untuk senantiasa berfikir, hal ini terdapat dalam surat cinta-Nya QS Ali Imran ayat 190-191 yang mengandung arti :
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Cara mengembangkan kemampuan berfikri kritis - korektif – konstruktif
Amati dan kenali, apa sih masalah utamanya ?
Pertanyakan hal-hal yang layak dipertanyakan, fokus pada solusi
Cari informasi dari sumber lain, apakah informasi yang kita temukan valid dan dapat dipertanggung jawabkan
Cobalah untuk berempati, mencari hal yang menyebabkan informasi tersebut bisa muncul, bukan menghakimi sebelah pihak
Ketika semua hal yang kita kritisi sudah menemukan jawabannya, selanjutnya tentukan sikap, apakah akan mengabaikan informasi tersebut, atau mencoba mengambil nilai-nilai dari informasi yang ada.
Manfaat mengembangkan kemampuan berfikri kritis - korektif – konstruktif
Kita akan menjadi pribadi yang visioner, dengan senantiasa berfikir tentang masa depan, beriktiar yang terbaik, dan bertawaqal dengan sebaik-baik tawaqal kepada-Nya
Memiliki sikap analisis pada setiap fenomena untuk mengantisipasi terjadinya bahaya baik pada dirinya maupun pada lingkungan sekitarnya
Senatiasa mengkaji firman-Nya lebih mendalam, Bersama para ahli dan para pakar
Senantiasa bersyukur atas anugrah akal sehat yang Allah berikan Semoga kita senantiasa dapat berlaku bijak, guna menjaga hati, fikiran, dan jiwa kita dari informasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.
Semoga kita senantiasa dapat berlaku bijak, guna menjaga hati, fikiran, dan jiwa kita dari informasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.