#6 Catatan Pernikahan : Adaptasi Peran
Sebulan pernikahan aku menyadari hal penting yang dulu mungkin kualami namun baru sekarang disadari betapa pentingnya hal tersebut.
Sejak lahir manusia sudah dititipi beragam peran. Peran terbesar tentu saja adalah sebagai ciptaan atau hamba Allah. Peran tambahan lainnya adalah sebagai seorang anak yang hadir di tempat baru dan menjadi bagian dari sebuah keluarga.
Tak cukup hanya itu, seiring bertambahnya usia dan perubahan fase perkembangan, peran-peran lainnya juga ikut dalam kehidupan seorang manusia. Sebagai anak lalu remaja kemudian dewasa tentu saja peran yang dijalani berbeda. Masalah yang ditemui, konsekuensi yang diterima, semua berubah dan mungkin semakin terasa kompleks hingga kepala bisa pening dibuatnya.
Begitu pula setelah menikah. Selesai ijab kabul atau janji pernikahan diucapkan maka selamat peran baru sudah dititipkan lagi. Sebagai suami yang memiliki tanggung jawab menafkahi lahir dan bathin, melindungi dunia dan akhiratnya dan serangkaian tugas peran lainnya. Selain suami, tentu saja pihak perempuan juga memiliki peran baru yang tak kalah besar, menjadi seorang istri yang harus taat dan meraih ridho suami sebaik mungkin.
Itulah yang kusadari, perihal adaptasi peran.
Perlu banyak belajar untuk menyesuaikan diri dengan segala peran baru yang bisa jadi 180 derajat berubah dibanding peran sebelumnya. Misalnya seperti seseorang yang baru saja mengalami perjalanan dengan pesawat terbang, ia mengalami jet lag. Tubuhnya perlu menyesuaikan diri dengan zona waktu setempat yang berbeda dengan tempat ia sebelumnya. Jam biologisnya perlu waktu untuk beradapatasi membiasakan diri kembali bahwa siang hari ia harus terjaga dan malam hari ia gunakan untuk istirahat.
Satu bulan menikah aku berusaha untuk terus beradaptasi dengan peran baru sebagai seorang istri. Dulu banyak sekali waktu luang yang biasa kugunakan untuk melakukan apapun yang kusenangi bahkan mungkin lebih banyak malas-malasan. Kini setelah menikah waktu terasa bergerak sangat cepat namun beruntungnya kawan hidupku tak pernah memaksakan untuk menyelesaikan semua secepatnya dan harus sebaik mungkin.
Itulah pentingnya kerja sama agar saling menguatkan dan sama-sama menyadari bahwa pasangan yang baru menikah sedang beradaptasi. Menyesuaikan segala ritme agar semua terukur namun tetap dijalani dengan bahagia. Selamat beradaptasi dengan peran baru, insya Allah kamu pasti bisa melaluinya dan menikmati perubahan ritme. Seperti saat dulu kamu menjadi remaja yang bebas mengekspresikan diri dan perlahan diamanahi tanggung jawab atas hidupmu sendiri.
Ujung Berung, 24 Februari 2020










