Hiruk pikuk menjelang KIJP
Pasca kelas inspirasi garut, proses mengajar dengan memperkenalkan profesi membuat saya ketagihan. Tak lama saya membuka web kelas insprasi lalu mendapat beberapa pilihan, ada kelas inspirasi bogor atau lampung yang gak terlalu jauh. Singkat cerita dalam group chat, Mbak Novi yang menjadi fasilitator kelas inspirasi di kelompokku menawarkan hal yang terbayang lebih menyenangkan, konsep menginspirasi yang pada dasarnya sama, Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau (KIJP). Spontan langsung terbayang bisa maen namun sekaligus sambil berkegiatan positif.
Kemudian saya cukup dilema di bagian selanjutnya, yaitu pilihan menjadi pengajar atau dokumentator. Saya sempat mengirim form pengajar pake laptop Kemal yang rusak di huruf N sehingga membuat saya malas menulis essai terlalu panjang. Esok hari saya berfikir lagi dan encoba mengisi form dokumentator. Entah kenapa, pengen aja.
Pengumuman pun telah keluar, Kemal dan Ajie yang merupakan hasil ajakan saya lolos sebagai videografer, sayangnya nama saya gak tercantum dalam list para dokumentator KIJP. Awalnya saya cuek karena toh itu acara nonformal yang tak perlu dikejar, namun rasa penasaran muncul hingga akhirnya saya bertanya ke Mbak Novi tentang kesempatan ikut serta. Mbak Novi malah bilang giniĀ āBan gara-gara kamu aku jadi di interview anak dokumentasi, kamu tuh bisa motret gak sih?ā Duarrrr wkakakkakakakakkakaa feedback yang sangat menarik karena saya baru tau bahwa mereka stalking calon relawan dari medsos, sedangkan beberapa akun medsos saya digembok.
Saya gak menyerah, menurut informasi ternyata dokumentator KIJP berguguran dan masih membuka kesempatan bergabung. Saya mendapat kontak Mas Satria, lalu kontak mengontak dan berakhir dengan menyuruh saya datang briefing. Oke.
Lanjut cerita, saya akhirnya mendapat kesempatan bergabung, sebuah group bernama TIdung 04 menginvite saya. Saya agak kikuk dengan group tersebut karena saya masuk belakangan dan belum bertemu mereka sekalipun entah di refleksi atau di briefing group. Selain itu kesibukan cukup menyita waktu untuk memulai bercakap-cakap dalam group chat tersebut, saya ingat waktu itu ada ajie dan hana yang heboh dalam group walau mereka akhirnya dipindah pulau.
Meeting point keberangkatan KIJP adalah hari minggu jam enam pagi di marina ancol. Sabtu sebelumnya saya masih di batam dalam urusan pekerjaan dan saya mendapat tiket pulang sabtu jam dua ke Bandung, dalam hati saya mikir kenapa saya gak ambil rute ke Jakarta sehingga saya gak perlu bolak balik, karena bekal pakaianpun masih sanggup memenuhi badanku selama tiga hari di pulau seribu.
Singkatnya saya berhasil tepat waktu walau dalam keadaan sangat kurang tidur. Teman kelompok yang pertama saya temui adalah endo, rekan dokumentasi di pulau yang sama. Kemudian menyusul Rachel Sulis dan Sarah yang memberikan tumpangan taksi dari gerbang utama ancol ke dermaga (sumpah tadinya sempat terfikir jalan kaki dan nyatanya jaraknya cukup jauh). Setelah bertemu pun masih saja kikuk. Sisa teman kelompok saya telah lebih dulu berangkat sebagai tim advance.
Empat jam perjalanan boat menuju pulau payung tak terlalu terasa karena saya habiskan dengan tertidur, tiba di pulau payung disambut saori, laras dan ferari (kemal bersumpah serapah penasaran dengan nama ferari, dia penasaran bentuk orangnya macam apa hahahhaa). Kemudian saya berkenalan namun masih tetap irit bicara, sok sok analisa orang dulu selain itu rasa kantuk masih membuat berat kelopak mata.
Briefing acara pertama dimulai, dan saya mendapatkan tertawa saya pertama saat dalam kegalauan rapat ferari teriak Uwahhhhhh dengan gestur berantakin meja (kebayang gak sih? ya gitu deh kalo liat sendiri itu seru). Saya dan tim ini pun mulai mencair, namun saya tetap diserang rasa kantuk bahkan saya tak dapat berkonsentrasi saat briefing hari menginspirasi. Oiya, hal pertama yang membuat saya kaget adalah, murid yang akan saya hadapi adalah sebanyak 17 orang, sekelas? tidak, tapi satu SD berjumlah 17 orang. Selanjutnya saya cukup menikmati rangkaian acara, mulai dari games ibu dan anak di tepi pantai, serta hari menginspirasi yang juga dilakukan di pantai. Lagi-lagi saya cukup terinspirasi dari tiap orang yang mengisi tim ini.
Acara terakhir ditutup dengan nonton film bareng yang berjudulĀ ācita-cita setinggi tanah. Melihat proyektor nganggur sehabis acara saya spontan membuka slideshow foto yang sungguh banyak dan gak habis habis namun sanggup membuat tertawa, sehingga slide show tersebut saya hentikan karena lebih tergiur menyantap ikan bakar segar di pantai. Malam itupun dihabiskan oleh endo and ferari show yang pada gagal ngulik ukulele, tapi malam itu terselamatkan bang mike, reporter antara yang ikut meliput tim kita selama di pulau. Sebenarnya ada sedikit share serius dari sarah tentang pengalaman dia kuliah di UK yang diujung dia bilangĀ āKalo kalian berfikir masih gini-gini aja ya nikmatin, karena itu prosesā.