Virtus Pro Hampir Bubar Paska Kiev Major 2017
Mungkin semua penggiat Dota 2 tahu bagaimana menyeramkannya tim Virtus.pro. Tim dengan logo beruang kutub ini memang bisa dibilang menjadi tim CIS terbaik hingga saat ini berkat rentetan hasil positif mereka di musim DPC 2017/18. Lantas, belum banyak yang tahu bahwa Virtus.pro juga memiliki lika-liku sebelum menjadi yang terbaik. Baru-baru ini Maria âMarpleâ Yermolina, Content Creator & Host Virtus.pro, mewawancarai RAMZES666 mengenai perjalanannya di tim Virtus.pro. Berikut hasil wawancara yang sudah kami translate ke Bahasa Indonesia
Lika-Liku Virtus Pro Divisi Dota 2
âKetika ArtStyle datang ke tim Virtus.pro, sebenarnya kita sedang diambang bubar (paska ajang Kiev Major 2017), tidak ada yang tahu soal itu. Setelah kami mengalami gangguan sinyal di kualifikasi DAC dan kalah. Kami ingin lolos kualifikasi, kami juga memiliki hasil yang buruk sebelumnya. Dan kami hanya memiliki Kiev Major sebagai turnamen terakhir, di mana yang sudah kami persiapkan selama sebulan. Ketika ArtStyle datang dia melakukan pekerjaanya dengan baik. Virtus.pro menempati posisi kedua di ajang Kiev Major 2017 berkat dia. Di luar tim VP, dia merupakan sahabat terbaik yang pernah saya punya.
Bahkan ketika ArtStyle menggantikan posisi Solo (di The Summit dan MDL Macau), dia sudah tidak bermain 2 tahun dan tetap bermain di posisi 4 lebih baik dari pada Lilâ (Team Odium)
Mengenai Masalah di Tim Odium
âDi Odium, mereka memiliki Ghostik dan CemaTheSlayer (sebelum kepergian Ghostik dari Odium). Saya melihat hal ini dan saya cukup bingung untuk mengatakannya. Mungkin sedikit hipokrit, ketika seorang pemain tidak menyukai pemimpinnya dan tetap bergabung. Saya tidak membahas Cema, melainkan tentang Ghostik. Dan satu hal lagi tentang Ghostik, ketika dia diberikan pertanyaan untuk pemain yang akan diblokir seumur hidup, dia menjawab V-Tune. Maksud saya, ini seperti lelucon yang sangat aneh.
V-Tune merupakan pemain carry Odium dan Ghostik tetap memilihnya bermain dalam satu tim. Saya tidak akan mau bermain dengan pemain yang sangat saya benci, meskipun dengan imbalan uang yang besar.â
Mengenai Perubahan Tim Virtus Pro
âBeberapa orang mengatakan saya berubah cukup drastis. Mungkin saya bertambah tinggi, atau mungkin bertambah gemuk. Entahlah, saya tidak bisa mengatakan apapun mengenai diri saya sendiri. Di sisi lain, semua orang mengalami perubahan yang mencolok, mungkin tidak untuk Solo. None menjadi lebih mudah bersosialisasi dan sekarang dia tidak lagi bermain Dota 2 di basement rumah ibunya. 9pasha sudah menikah, yang saya pikir merupakan perubahan yang cukup besar. Sedangkan RodjER memiliki hookah (alat merokok seperti shisa) yang lebih baik saat ini.â
Virtus.pro sendiri masih melanjutkan tren positifnya di ranah kompetitif Dota 2. Mereka sukses mengamankan slot di ajang Kuala Lumpur Major 2018. Selain itu mereka juga mendapatkan slot direct invite ke ajang non-DPC, yaitu ESL One Hamburg 2018. Jadi, apakah prestasi sang beruang kutub ini akan berlanjut? Atau masuk masa-masa kelam setelah kepergian ArtStyle? Read the full article









