Uang dan Kopi
Morgan Housel dalam buku "Psychology of Money" mengatakan :
"Berhasil dalam hal keuangan tidak banyak bergantung pada seberapa pintar Anda, tapi lebih pada bagaimana perilaku Anda."
Cara pandang kita terhadap uang sangatlah penting ketika memasuk fase dewasa. Misalkan meme yang cukup menampar diriku ini :
Kalau dipikir-pikir, Coffee Shop itu memang menjual lifestyle ketimbang kopi sendiri. Pun kalau jujur kebanyakan orang memang kecanduan gula daripada kopi. Kalau dihitung, berapa banyak cost yang dihabiskan ? selanjutnya, apa dampaknya? mungkin dalam satu kesempatan bisa memberi "semangat" tersendiri, tapi kalau memberikan beban pengeluaran lebih, kita perlu untuk refleksi lebih dalam.
Secara pribadi, aku mencoba mengurangi untuk pergi ke coffee shop dengan tujuan untuk merubah perilaku sekaligus berhemat juga wkwk. Kalaupun ingin menikmati kopi, sekarang banyak sekali street coffee yang lebih "oldschool". Hitung-hitung cari suasana baru harga yang lebih murah. Kalau rasa, nggak kalah pokoknya.
Karena, in this economy, kita perlu bersiap diri menyiapkan atas hal-hal yang tak terduga akibat akrobat elit yang di atas sana. Kita harus benar-benar merubah perilaku kita tentang uang agar tak larut dalam budaya kapitalis dan konsumtif.
Dan di teori perubahan manapun tak bisa menghendaki cara yang instan. Kata kuncinya mengurangi. Ingat, sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi banyak.
Colomadu, 17 Juni 2025.
Juni Menulis Hari Ke-17. Menulis setelah ngopi dari pemberian kak @yunusaziz yang udah rajin nulis lagi.













