Dari perjalanan panjang yang saya alami,
Dari hidup dengan studi yang meningkat setiap harinya, saya sadar...
Bahwa, hidup yang baik harusnya punya grafik yang naik.
Dengan lingkungan yang semakin intelek, dari yang tadinya di "elu-elukan", menjadi merasa paling "ter-gak bisa apa-apa".
Begini rasanya perjuangan untuk terus menggambar grafik menanjak.
Semakin ke atas, lingkungan semakin naik derajatnya. Di lingkungan sebelumnya telah berada di "titik puncak" dari semua berkumpulnya manusia, sekarang merasa berada di serendah-rendahnya "lembah".
Melihat semua orang dengan cepatnya berlari menuju puncak, sedang diri sedang berjalan terseok sambil tetap terus bertahan dan berjuang, juga melihat yang lain satu-persatu meninggalkan, menyemangati dari atas puncak bahwa saya bisa.
Ah, memang bicara itu mudah. Menjalaninya berat.
Berusaha menghindarkan pikiran negatif dari diri, agar tidak malah menurunkan semangat dan kefokusan, tapi apa daya, manusia realistis susah melakukan itu.
Ternyata bukan ngomong aja yang mudah, nulis ini juga lebih mudah daripada menjalaninya. Haha.
"Oh Tuhan, saya hanya makhluk rendah, yang semakin hari (nyatanya) semakin memperbanyak dosa dan mengurangi taat."
"Dengan sehinanya saya, tolong bantu saya semakin kuat dan tangguh untuk menjalani rintangan yang keras, terjal dan bebatuan. Saya yakin, jalan yang Kau beri tidak pernah salah."
Terima kasih Tuhan. Maaf dariku sebesar-besarnya.
Jumat, 10 Nov 2017.
Dari saya, yang (masih saja) sedang mengutuki diri sendiri.
















