Kuliah Ilmu Tanah? - an overview #SoilScienceLife
Hal-hal yang harus dipertimbangkan dan kiat-kiat hidup selama kuliah. Termasuk biaya dan prospek setelah lulus.
Aku keingat meme/komen "Bro's not read the terms and conditions". Melihat hidupku selama kuliah, jawabanku adalah: I'm nottt. Aku tidak memiliki gambaran kuliah itu kayak gimana karena ga ada yang ngasih tau aku... Misal dulu aku tanya pun ga tau mau tanya apa karena ga ada gambaran apa yang ditanyakan. Ini kutulis karena beberapa orang pernah menanyaiku tentang kuliah. Isi tulisanku ini berdasarkan pengalamanku kuliah di Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret, tahun 2021-2025.
Kira-kira alur dari awal keterima sampe lulus itu gini:
#1 - Biaya
Ini bagian pertama yang kutulis karena bagi beberapa orang biaya adalah pertimbangan untuk memilih program studi/jurusan. Ini adalah perkiraan biaya yang akan keluar untuk keperluan selama perkuliahan. Tidak hanya ketika awal masuk dan UKT, tetapi juga perkiraan tugas, laprak, dan sebagainya yang memerlukan biaya.
Aku masuk lewat jalur UTBK. Jadi ga ada uang pangkal/gedung a.k.a 0 rupiah. Pas masuk langsung bayar UKT.
Uang Kuliah Tunggal (UKT) bisa dicek di sini. UKT itu dibayarnya per semester. Aku dulu masuk gol VI. Termasuk tinggi. Aku kayaknya belum pernah dengar ada yang dapat UKT lebih dari gol VI di prodiku, tapi entahlah. Kata kawanku rata-rata gol III kayaknya. Bisa bayar setengah dulu/ tunda/ sanggah UKT kalau keberatan. Atau bisa cari beasiswa.
Field trip. Ilmu Tanah banyak jalan-jalan/ keluarnya. Biaya transport mengeluarkan uang sendiri. Aku gatau bagaimana cara kampus/prodi mengelola uang yang membuat kami pun tetap harus mengeluarkan uang untuk biaya tersebut. Per semester kira-kira ada 1 fieldtrip/ pergi ke luar kampus. Kadang naik bus, kadang motoran sendiri. Iuran naik bus + konsum kisaran 100k. Aku lupa setiap naik bus bayar sendiri atau engga. Paling mahal dulu 400k ke Tangerang selama 3 hari, tapi ini untuk matkul pilihan kok, tidak wajib. Kalau kesulitan biaya juga diperbolehkan tidak mengikuti fieldtrip.
Praktikum. Alat dan bahan untuk praktikum ada yang disediakan, ada yang cari sendiri. Yang cari sendiri = memerlukan biaya sendiri.
Tugas dan laporan. Nge-print laporan praktikum/ magang/ seminar, jilid lem, nge-print KRS, dan printilan-printilan lainnya.
Magang. Transport magang, kos dan konsumsi kalau jauh dari rumah, dan sebagainya.
Penelitian. Ini yang paling menguras biaya setelah UKT ha ha ha sad. Biaya mencetak draf dan revisian, transport penelitian, penelitian itu sendiri (ambil sampel, ngelab), konsumsi seminar hasil (tidak wajib). Penelitian itu biayanya ratusan ribu - jutaan. Ratusan ribu itu termasuk sedikit, karena biaya bahan kimia untuk nge-lab itu mahal. Apalagi kalau sampelnya banyak. Tapi biasanya semua anak Iltan itu ikut penelitian dosen sehingga biayanya di-cover dosen. Ini ada plus minusnya si, aku ceritakan nanti.
#2 - Ilmu Tanah itu apa si? Ngapain aja?
Ilmu tanah itu ilmu yang mempelajari tentang tanah. Penjelasan macam apa ni. Lebih ke pertanian, tentang tanah untuk pertumbuhan tanaman gitu. Apa yang di dalam tanah, yang juga menyangkut apa yang di atas tanah. Kalau dibagi secara garis besar untuk menjelaskannya, mari kita bagi berdasarkan laboratoriumnya saja. Ada Lab fisika, kimia, biologi, pedologi, agroklimatologi. Ini aku sekalian agak muroja'ah per-Ilmu Tanah-an.
Fisika dan Konservasi Tanah. Membahas tentang sifat fisik tanah seperti kepadatan tanah, warna tanah, laju air, dan sebagainya yang berhubungan dengan yah… fisik. Kalau konservasi tanah itu upaya melindungi, memperbaiki, danmemelihara kualitas tanah agar tetap subur serta tidak rusak (dikutip dari yiari.or.id). Contohnya di tanah miring itu sebaiknya dibuat terasering biar ga gampang longsor dan bisa ditanami, dan sebagainya.
Kimia dan kesuburan tanah. Kimia tanah itu berkaitan dengan kandungan hara/nutrisi di dalam tanah. Contohnya kayak nitrogen, fosfor, kalium, dan unsur-unsur lainnya. Jadi, tanaman itu butuh unsur hara esensial untuk bisa tetap hidup. Unsur haranya didapatkan dari dalam tanah. Kalau unsur haranya tercukupi, tandanya tanahnya subur, yang membantu mendukung kehidupan tanaman.
Biologi dan Bioteknologi Tanah. Bio logos. Ilmu yang mempelajari makhluk hidup. Biologi tanah mempelajari makhluk hidup di dalam tanah. One teaspoon of healthy soil can contain billions of microorganisms. More than humans on Earth. Tanah itu hidup ges. Makhluk hidup itu bagian dari tanah, karena tanah itu terdiri dari mineral, bahan organik (termasuk di dalamnya mikroorganisme), air, dan udara. Bioteknologi tanah itu pemanfaatan makhluk hidup di dalam tanah seperti mikroorganisme, jamur, dan bakteri untuk meningkatkan kesuburan lahan, membersihkan polusi, serta mendukung pertanian yang ramah lingkungan (dikutip dari Google AI Overview). Di lab ini nanti belajar isolasi dan perbanyakan mikroorganisme dan pemanfaatannya untuk tanaman.
Pedologi Tanah. Ini mempelajari tentang asal-usulnya tanah. Tanah tu awalnya dari bahan induk, lalu melapuk, akhirnya jadilah tanah. Faktor pembentuk tanah itu ada p, c, r, o, t -parent material, climate, relief/topography, organism, time. Ini termasuk geologi dan mineralogi juga. Jenis-jenis tanah seperti Inceptisols, Alfisols, dan sebagainya. Juga belajar teknologia pemetaan.
Agroklimatologi. Agro klimat. Pertanian x cuaca-iklim. Agroklimatologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara unsur-unsur iklim dengan kegiatan pertanian, yang mencakup suhu, curah hujan, dan kelembaban udara (Google AI Overview). Nanti belajar ngukur-ngukur unsur-unsur iklim itu. Iklim mikro tanah juga.
to be continued










