Bully-wan (?)
Dear my beloved bestfriend, Mulki Rachmawati, S.Si...
Please gue ga punya ide banget nih buat nulis āBagaimana Cara Menghadapi Ikhwan yang Suka Ngebullyā. Kayaknya gue emang ga bisa jawab tantangan yang ini deh. Sampe udah telat 1 minggu dari deadline posting tulisan tentang ini. Udahan ah gue-gue-an nya.
Well, dari yang saya liat, kalau ada ikhwan yang suka bully akhwat, kemungkinannya 3 : ikhwannya ga bisa jaga adab, si ikhwan naksir si akhwat, atau akhwatnya emang enak buat dibully. Astaghfirullah, yang terakhir mah bukan alasan deng.
Saya ga nyaman banget sebenernya ngomongin ginian tapi pakai kata ikhwan-akhwat. Rasanya gimana gitu...
Walau emang ga bisa dipungkiri ada aja ikhwan yang kelakuannya kayak gitu, bercanda yang keterlaluan (ah sama, akhwat juga). Apalagi kalau ke teman akhwat yang udah akrab, rasanya hijab pun tak ada artinya. Entah mungkin adaaaa aja bahan bercandaan yang si akhwat anggap sebagai pem-bully-an.
Cara menghadapinya ya? Hmmm...
1. Keep selow. Anggap angin lewat aja sis. Selama kamu merasa ga ada yang meyalahi syariāat dari diri kamu, diamkan saja.
2. Jangan pernah membalas, sekalipun menanggapi.
3. Kasih tau dia dengan baik-baik tapi tegas kalau kamu ga nyaman dengan perlakuan dia. Ga berani? Lapor mentornya. Dih apalagi yang rutin ngaji.
4. Doain aja semoga Allah membalikkan hatinya.
5. Banyak-banyakin doāa, kan doāa orang terdzalimi makbul. Titip doāa juga dong #eh.
Udah deh kayaknya. Huhu gatau apa-apa nih :(
21 Agustus 2015
----------------------------------
Maaf dengan ke(terlalu)terlambatan ini















