Saat cahaya kita membuat jiwa lain silau
Sedang ngomongin ain dengan anak perempuanku. Lebih tepatnya mempelajari, sebab yang kami tahu dari ilmu agama Islam (tentu saja level ilmu agama kami adalah level rendah) ain adalah penyakit karena pandangan jahat (iri/dengki) dan pandangan kagum yang melampaui kekaguman kita pada pencipta ketika melihat orang lain sukses/bahagia/lebih dari kita. Pandangan jahat dan kekaguman berlebihan menyebabkan orang yang dilihat/dipandang menjadi gagal/sedih/kecewa/sakit.
Kok orang lain yang berbuat dosa karena iri melihat kebahagiaan kita, tapi yang menderita malah yang dipandang? Karena kami bukan ahli ulama jadi tidak membahasnya dari segi agama, akan tetapi akan membahas berdasarkan interferensi frekuensi. Dampak ain sama seperti gelombang radio yang terganggu sebab cuaca buruk. Bukan radionya atau cuacanya yang salah, akan tetapi lingkungannya sedang penuh gangguan. Ada banyak sinyal yang nyangkut merusak frekuensi radio itu sendiri.
Ain berhubungan dengan penglihatan, artinya yang bekerja adalah mata. Sedangkan mata bukan saja alat penerima cahaya, mata adalah pemancar energi dan jendela jiwa. Ketika mata menerima cahaya yang terlalu terang, secara otomatis mata akan merespon dengan reflek yang disebut silau atau kebutaan sesaat. Oleh sebab itu secara tidak langsung mata akan berkedip untuk melindungi dari sinar yang terlalu terang. Begitu juga ketika mata menangkap visual yang "wow" dari orang yang tidak kita sukai, jiwa akan merasa kesakitan sehingga memancarkan "panas" dan panas ini kemudian menciptakan gelombang energi yang merusak/destruktif. Nah, ketika pandangan ini fokus pada satu objek (pada orang yang membuatnya silau) diiringi dengan emosi yang kuat, secara otomatis mengirimkan aliran negatif yang bersifat destruktif tadi. Akan tetapi perlu diingat, tidak semua aliran negatif bisa merusak seseorang. Sebab jika medan energi seseorang tertutup (terproteksi) maka aliran negatif ini akan kembali ke si pengirim dan tentu saja akan membuat frekuensi si pengirim semakin tidak seimbang.
Bagaimana bisa medan energi seseorang terbuka? Dari niat dan kesadaran. Ketika seseorang memperlihatkan bagian kehidupannya untuk pujian dan validasi, dia sedang membuka pintu energinya lebar-lebar. Lalu bagaimana cara memproteksi energi kita?
Dengan niat yang jelas. Niatkan berbagi inspirasi bukan validasi. Jangan membohongi diri sendiri "aku ingin menginspirasi tapi ada satu sisi yang berkata "aku ingin dipuji karena menginspirasi" keinginan ini membuat vibrasi rendah/energi ain nyangkut ke dalam energi kita. Atau jika postingan kita bukanlah hal yang menginspirasi berbagilah tanpa berekspektasi. Jika kita tidak butuh pengakuan, tidak ada lubang yang bisa dimasukki oleh energi negatif. Akan tetapi siapa sekarang ini yang memposting dengan tidak berekspektasi ? Sangat langka bukan? Seseorang akan memposting fotonya ketika terlihat cantik sebab berekspektasi bagaimana dia di mata orang lain dan tentu saja dia berekspektasi orang lain juga berkata bahwa dia cantik. Ini hanya contoh kecil saja. Berikutnya,
Dengan pikiran! Sebab pikiran adalah energi yang bisa bermanifestasi. Apa bukti pikiran bisa bermanifestasi? Ain adalah bukti nyata dari manifestasi pikiran. Bedanya ain bermanifestasi negatif. Maka dari itu lawan ain dengan bermanifestasi positif dengan menggunakan visualisasi sebagai alat manifestasi. Bayangkan cahaya emas atau putih menyelimuti seluruh tubuh dan berikan perintah/niat "aku selalu diselimuti cahaya yang hanya mengijinkan energi cinta dan kasih masuk dalam energiku, energi rendah yang tidak selaras dengan frekuensiku akan memantul sebab cahaya yang menyelimutiku melindungiku".
Dengan afirmasi penetralisir. Ketika kita merasa beruntung selalu ucapkan "keberuntunganku adalah bagian dari kelimpahan semesta yang juga tersedia untuk semua orang" kalimat ini akan memecah frekuensi "iri" karena kita sedang memancarkan vibrasi bahwa sukses kita bukan berarti kegagalan orang lain.
Dan yang terakhir menjaga vibrasi tetap tinggi. Energi negatif hanya bisa merusak jika ia menemukan frekuensi yang sama untuk menempel. Hiduplah penuh syukur, penuh kasih, dan sukacita dalam segala hal.










