Dalam kitab Madarijus Salikin, Ibnu Qayyim al-Jauziyah mengutip, bahwa Muadz bin Jabal pernah berkata,
"Pelajarilah ilmu, karena mempelajarinya karena Allah merupakan wujud ketakutan kepadaNya, mencarinya adalah ibadah, mengingatnya adalah tasbih, mengkajinya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yg belum tahu adalah shadaqah, dan membiayai orang yg berilmu adalah taqarrub.
Ilmu adalah petunjuk yg halal dan yg haram, menara jalan para penghuni surga, teman pada saat takut, rekan saat sendirian, bukti pada saat lapang dan sempit, senjata pada saat menghadapi musuh dan hiasan di samping teman-teman.
Dengan ilmu, Allah meninggikan beberapa kaum dan menjadikan mereka pelopor dalam kebaikan dan pemimpin yg jejaknya diikuti. Perbuatan mereka ditiru dan pendapat mereka diandalkan. Para malaikat menyukai perkumpulan mereka dan mengusap dg sayap-sayapnya. Siapa pun meminta ampunan bagi mereka, termasuk pula ikan paus di lautan dan binatang buas di daratan. Sebab ilmu merupakan kehidupan hati dari kebodohan dan pelita bagi penglihatan dari kegelapan.
Dengan ilmu, seorang hamba bisa mencapai kedudukan yg paling baik dan derajat yg tinggi di dunia dan di akhirat. Memikirkan ilmu menyerupai puasa dan mengkajinya menyerupai shalat malam. Dengan ilmu, tali persaudaraan dapat dijalin.
Dengan ilmu, dapat diketahui mana yg halal dan mana yg haram.
Ilmu adalah imam amal dan amal mengikutinya. Orang-orang yg berbahagia diberi ilham ilmu dan orang-orang yg menderita tidak mendapatkannya." (Diriawayatkan ath-Thabrany dan Ibnu Abdil Barr, dan lain-lainnya serta di marfu'kan kepada Nabi Muhammad Saw.)
*tulisan seseorang semoga Allah memberkahinya













