Sneak peek

seen from Iraq

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from Algeria

seen from China

seen from Spain
seen from Canada
seen from China
seen from Indonesia
seen from China

seen from United States
seen from South Korea
seen from Türkiye

seen from Malaysia
seen from United States
seen from China

seen from Malaysia

seen from Brazil
Sneak peek

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Pencalang oleh RIAU RHYTHM CHAMBERS INDONESIA di Malam Puncak peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKi) #HAKI2016 Kantor Gubernur Riau. http://www.riaumagz.com #ayokeriau #riaumagz #riau #indonesia #wisatariau #pesonariau #cameraindonesia #indonesia_photography #pesonaindonesia #wisataindonesia #ayodolan #pocket_indonesia #geonusantara #nusantara #indotravellers #pkucity #pkulover #video #videoproduction #like #likeforlike #like4like #picture #pictoftheday #photooftheday #photography #instagood #instadaily #instalike (di Kantor Gubernur Prov. Riau)
KPALH Setrajana @setrajana @setrajana Mempersembahkan RENJANA INDONESIA Sebuah aksi deklarasi 'Muda Anti Korupsi' dan pembentangan bendera Merah Putih 30x20 m dalam rangka mendukung gerakan lawan korupsi di Hari Anti Korupsi Internasional 2016. Berlokasi di Ranukumbolo, Gunung Semeru, pada tanggal 10 Desember 2016, bersama dengan pendaki Indonesia di Ranukumbolo, kami melantangkan suara anti korupsi. Deklarasi ini kemudian akan kami serahkan kepada Presiden RI ke-7, Bapak Joko Widodo. Mari jadi tangguh untuk negeri! #RenjanaIndonesia #tangguhuntuknegeri #Ranukumbolo #Semeru #HAKI2016
Menekan Laju Korupsi dengan Pengawasan Sistematis
Tindak korupsi di negara Indonesia sudah begitu mengakar. Upaya pemberantasannya terus dilakukan. Namun, korupsi masih saja tetap berlanjut hingga saat ini. Kita semua tahu bahwa Indonesia memiliki KPK sebagai garda terkuat dalam memerangi korupsi. Tentunya kita semua adalah garda terdepannya, jika kita berkomitmen untuk memerangi tindak busuk yang sangat merugikan ini. Akan tetapi, semua itu seperti tidak cukup. Sampai hari inipun masih diberitakan pada kita bahwa korupsi masih ada.
Jika kita ibaratkan korupsi seperti ilalang, selama ini yang kita pangkas hanyalah daunnya. Akarnya tetap tertinggal di dalam tanah, masih hidup serta terus menguras unsur hara di dalam tanah dan air Indonesia. Seolah sudah bersih, namun mereka masih hidup dan menunggu kondisi yang tepat untuk kembali tumbuh.
Diperlukan larutan khusus untuk membasmi ilalang ini agar dapat mati hingga ke akarnya. Seperti apakah larutan yang kita butuh untuk membasmi korupsi? Kita perlu sebuah larutan yang bernama Pengawasan Sistematis.
Sekarang timbul pertanyaan, apa itu yang dimaksud Pengawasan Sistematis? Adalah sebuah sistem yang memaparkan transparansi aliran dana (APBN dan APBD) serta pemakaiannya di seluruh instansi dan daerah secara mendetail, dilaporkan secara berkala serta dapat di akses oleh masyarakat. Sepertinya rumit, apa bisa diterapkan? Tentu saja.
Pemerintah perlu menyediakan sebuah website yang merinci aliran dana APBN dan APBD. Website tersebut memaparkan berapa persentase untuk tiap bidang, berapa besaran anggarannya, kemana saja di alirkan, digunakan untuk apa saja, berapa yang telah terpakai, berapa pula yang masih tersisa, dan yang terpenting siapa penanggungjawabnya. Dengan begitu, transparansi kepada masyarakat akan menjadi nyata. Dari situ pun kita bisa menilai, seperti apa rencana pemerintah dalam penggunaan dana untuk keberlangsungan negara. Kita berhak untuk mendapatkan itu, karena pada APBN dan APBD di dalamnya terdapat pajak-pajak yang kita bayar selama ini.
Jika itu dapat terlaksana, maka masyarakat bisa menjadi pengawas. Kita bisa menganalisa dan mengikuti perkembangan pemakaian dana yang dilaporkan secara berkala. Agar memperkecil kemungkinan data yang disajikan bisa dimanipulasi, maka segala pemakaian dana harus melampirkan bukti fisik untuk pertanggungjawabannya. Semisal terjadi penggunaan dana yang tidak wajar, setiap orang bisa dan berhak untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib. Tentunya dengan melampirkan bukti-bukti yang mendukung hasil analisanya.
Dengan begitu kinerja KPK dan pihak berwajib lainnya akan sangat terbantu. Tindak korupsi bisa kita tekan di awal waktu, karena didukung dengan sistem pengawasan yang mampu mencegahnya sebelum bertumbuh kembang lebih jauh. Apa kita tidak lelah hanya mengobati penyakit selama ini? Sementara jika kita beserta pemerintah mau, sebuah vaksin pencegahnya bisa tercipta.
Jika hal ini diwujudkan, tentunya akan memakan waktu yang tidak sebentar. Dibutuhkan pula sumber daya yang tidak sedikit pula. Namun, itu bukanlah hal yang mustahil. Contoh nyatanya saat ini kita sudah bisa mengakses situs-situs pemerintahan. Kita juga sudah bisa melakukan pengisian formulir administrasi di berbagai instansi pemerintahan secara online. Sekarang kitapun telah dengan leluasa memperoleh berita tentang perkembangan daerah-daerah dari situs pemerintahan lainnya.
Pemerintah hanya perlu melakukan upaya lebih, dengan membangun sebuah website yang menyajikan rincian penggunaan dana APBN dan APBD. Demi menjamin keadilan dan kesetaraan, tiap-tiap kantor pemerintahan wajib menyediakan beberapa unit komputer yang terhubung dengan internet pada daerah-daerah yang masih tertinggal. Hal itu semata bertujuan agar terjadinya transparansi antar pemerintah dan masyarakat. Sehingga masyarakat dapat melakukan gerakan besar dan berkontribusi secara nyata dalam memerangi korupsi.
Timbul lagi pertanyaan, apakah ini semua ini perlu? Ya, sangat perlu jika kita memang menginginkan perubahan. Sesungguhnya bukanlah sebuah perubahan yang harus kita khawatirkan, akan tetapi hal-hal yang telah lama kita percaya namun belum tentu kebermanfaatannya.
Pada dasarnya, tindak kecurangan akan lebih rentan terjadi jika pengawasannya tidak maksimal. Tindak kecurangan terbesar yang selama ini terus menggerogiti bangsa Indonesia adalah korupsi. Kitapun sedari dulu telah sadar akan hal itu. Pertanyaan yang terakhir adalah, apakah kita semua siap untuk saling mengawasi?
Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Hari Anti Korupsi Internasional yang diselenggarakan KPK dan Blogger Bertuah Pekanbaru.
Diva Pramudhya Pekanbaru, 12/12/2016 19:59 WIB
Bagaimana jika Indonesia tanpa Korupsi? . Apalah arti kekayaan bangsa kita, jikalau kita sendiri manusia-manusa yang penuh dengan keserakahan.. . Apalah arti kekayaan alam kita, jikalau yang terkandung di dalamnya bukan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat.. . Selengkapnya~ http://wkprska.tumblr.com/post/154335100497/bagaimana-jika-indonesia-tanpa-korupsi . #HAKI2016 #AyoCegahKorupsi

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kopi Liberika Meranti. #mff2016 #haki2016 #ayokeriau Kopi aseli yang ditanam di perkebunan Kab. Kepulauan Meranti - Riau. @kopicurah ada di stand Melayu Food Festival Jl. Cut Nyak Din samping Puswil Pekanbaru. Malam ini sampai jam 22.00 wib. Besok dari jam 09.00 - 22.00 wib. http://www.riaumagz.com #riaumagz #riau #indonesia #wisatariau #pesonariau #cameraindonesia #indonesia_photography #pesonaindonesia #wisataindonesia #ayodolan #pocket_indonesia #geonusantara #nusantara #indotravellers #pkulover #pkucity #like #likeforlike #like4like #picture #pictoftheday #photooftheday #photography #instagood #instadaily #instalike (di Perpustakaan Soeman HS)
Inilah Mengapa Saya Memilih Mencegah Korupsi
Sebagai seorang anak perempuan yang tumbuh bersama dengan kedua orang tua di sebuah kota besar, saya merasa saya telah mendapat cukup keamanan dan perlindungan dari mereka. Saya merasa tidak takut untuk melakukan apapun. Saya juga tidak takut berkenalan dengan orang banyak karena sekalipun orang-orang itu punya niat buruk terhadap saya, ada orang tua saya yang akan terus melindungi dan membela saya. Namun setelah saya tumbuh menjadi remaja, saya mulai tahu bahwa dunia saya tak lagi seaman dan sedamai itu, walaupun saya masih bersama kedua orang tua saya.
Kini saya mulai mengerti bagaimana sistem di kehidupan yang sebenarnya. Hal itu saya sadari semenjak saya menginjak bangku Sekolah Menengah Atas. Saya tersadar ketika ada hal yang sangat tidak sesuai dengan apa yang saya dapat selama saya belajar di sekolah. Saya rasa tiap guru mengajarkan hal yang sama, yakni untuk tidak mengambil yang bukan milik ataupun haknya. Namun, di satu hari, saya mulai sadar bahwa ketika dalam keadaan “kepepet”, tindakan seseorang tidak akan sesuai dengan apa yang telah diajarkan kepadanya.
Kejadian itu telah membuat saya takut akan lingkungan dan bahkan kota saya sendiri. Harapan serta apresiasi saya terhadap orang-orang itu hanya menjadi ilusi; walaupun ini yang mendorong saya untuk membuat perubahan. Saya mencoba memulai perubahan dari diri saya sendiri. Saya mulai mencari tau apa sebutan untuk tindakan-tindakan diatas. Mereka semua disebut melakukan “korupsi”, yang mana sekarang ini sudah menjadi masalah yang mengakar di kehidupan bermasyarakat. Kenapa mereka korupsi? Karena mereka punya kuasa untuk melakukan itu semua, diluar rasa terpaksa ataupun sedang dalam keadaan “kepepet”.
Kuasa merupakan faktor utama yang tidak dapat dielakkan sebagai penyebab terjadinya korupsi. Namun Indonesia memiliki banyak tradisi dan adat istiadat luhur yang mengatur bagaimana seharusnya sikap orang-orang yang memiliki kuasa, termasuk Riau yang memiliki khazanah budaya Melayu. Penggalan syair melayu berbunyi “Merendah tidak membuang meruah, meninggi tidak membuang budi” yang berarti selalu lah berpegang pada kebaikan walau menjadi orang yang berkuasa sekalipun.
Dilansir dari Indonesia Investment bahwa Transparency International, institusi non-partisan yang berbasis di Berlin (Jerman) menerbitkan Indeks Persepsi Korupsi tahunan (berdasarkan polling) yang menilai “sejauh mana korupsi dianggap terjadi di kalangan orang-orang yang memiliki kuasa” di Indonesia. Indeks Persepsi Korupsi Tahunan ini menggunakan skala dari satu sampai sepuluh. Semakin tinggi hasilnya, semakin sedikit (dianggap) korupsi yang terjadi.
Sumber: Transparency International
Angka-angka di atas menunjukkan bahwa Indonesia melakukan perbaikan yang stabil dan nyata. Hal ini tentu saja tidak lepas dari peran penting KPK dan kebebasan media Indonesia dalam mencegah korupsi sehingga mereka perlu diberikan pujian ataupun apresiasi. Selanjutnya, apa yang bisa kita pribadi lakukan juga untuk mencegah korupsi? Saya memulainya dari lingkup yang terdekat. Ayah merupakan sosok yang saya anggap sebagai panutan. Dari kecil ayah mengajarkan saya untuk jujur terhadap diri sendiri, bersyukur dan belajar bertindak sesuai dengan kebenaran. Ayah secara pribadi juga telah menerapkan itu di kehidupan bermasyarakat.
Pernah satu hari, ayah dihadapkan pada pilihan yang sulit yakni menerima sebuah pekerjaan dengan keuntungan yang melebihi pendapatan ayah biasanya atau tetap pada posisi ayah sekarang walaupun hanya dengan pendapatan yang pas-pasan. Pastilah itu menjadi godaan yang besar mengingat akan jumlah tanggungan ayah dan banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi. Awalnya ayah mencoba menerima pekerjaan itu, namun ayah merasakan ketakutan dan ketidaknyamanan setelah melaluinya. Akhirnya, ayah memutuskan untuk kembali ke posisi awal dan ayah berkata “Memang lain rasanya mengambil yang bukan hak kita, menakutkan”.
Begitu juga yang saya rasakan ketika saya masih di bangku sekolah. Mungkin kebanyakan anak-anak ditemani oleh orang tua untuk sekedar belajar membaca dan berhitung. Saya? Saya mencari tahu dan mempelajari itu semua sendiri, dan setelah itu saya mengajarkan adik saya tanpa ditemani kedua orangtua kami. Bukan karena kami kekurangan perhatian ataupun kasih sayang, tapi itu sudah menjadi karakter kami yang telah dibentuk kedua orang tua kami. Bisa dikatakan saya sangat menghindari yang namanya mencontek. Ketika saya melakukan itu, tangan saya bergetar dan saya ketakutan. Dari situ saya tahu, bahwa saya masih punya rasa takut karena saya tahu itu perbuatan salah.
Hal itu saya lalui hingga saya lulus kuliah. Saat ini saya sebagai lulusan baru justru dihadapkan dengan permasalahan baru. Ya, ketika berada di puncak sulitnya mencari pekerjaan, orang-orang akan mulai berpikir untuk mengambil jalan pintas atau istilah sekarang punya “backingan”. Miris hati saya melihat orang-orang yang hanya mengandalkan kekuasaan dari kerabat atau bahkan keluarganya hanya untuk mendapatkan pekerjaan. Sementara lulusan-lulusan lain yang sangat berkompeten mati-matian untuk mendapatkan pekerjaan. Melihat itu, orang tua saya merasa iba. Namun saya mencoba meyakinkan orang tua saya dengan berkata “Bukan nya kami (sebutan saya untuk diri sendiri di rumah) menolak, Ma. Tapi biarkan kami berjuang dan mencari pekerjaan sesuai dengan kemampuan kami, tanpa ada bantuan dari orang-orang terdekat. Kami masih mampu dan kami merasa masih layak mendapatkan pekerjaan tanpa mama harus menyogok atau memelas dengan orang lain”. Seketika kedua orang tua saya diam dan ada sedikit rasa bangga dari mereka karena saya masih memegang nilai-nilai kebenaran.
Kini saya tahu bahwa kita pribadi bisa mencegah korupsi itu sendiri, dengan cara-cara yang saya sendiri telah melakukannya seperti berikut:
Selalu mendekatkan diri kepada sang Pencipta karena dengan begitu akan timbul rasa takut untuk melakukan perbuatan yang salah.
Edukasi diri dengan mencari tahu sendiri tentang sesuatu hal yang kita belum ketahui. Dari sini saya akan tahu mana yang benar dan salah sehingga kita tidak gampang terjerumus ke hal-hal yang salah.
Selalu berusaha jujur terhadap diri sendiri sebagai bentuk apresiasi terhadap diri. Dengan begitu, saya akan terbiasa untuk jujur terhadap orang lain.
Refleksikan ke diri saya apapun yang hendak saya lakukan terhadap orang lain. Bagaimana rasanya jika hak saya yang diambil orang lain.
Maka dalam peringatan Hari Anti Korupsi Internasional, saya ingin membuktikan melalui tulisan ini, bahwa saya telah ikut mencegah korupsi. Sekali lagi, semua nya kembali ke diri kita. Jika bukan kita sendiri yang mengubahnya, apa bedanya kita dengan para koruptor yang meneriaki koruptor? Inilah mengapa saya memilih mencegah korupsi.
So You Think You Are Clean? Pergi ke pasar beli tahu isi Warnanya putih bersih Jaman sekarang masih korupsi? Ih, ketinggalan zaman banget sih!!! #SoYouThinkYouAreClean #InternationalAntiCorruptionDay2016 #HariAntiKorupsiInternasional2016 #HAKI2016 #YouthProactive #TransparencyInternationalIndonesia #SayaLawanKorupsi #UnitedAgainstCorruption