Hanya Allah yang Mengerti
Baru kemarin rasanya ketika habis sholat, perasaan yang berkecamuk kemudian meledak. Bahkan yang sedang merasa tidak mengetahui perasaan apa itu. Boom. Meledak saja. Kemudian sesak, kemudian tidur. Pagi harinya entah mengapa sekalimat kata berubah menjadi doa. Tanpa harapan. Tanpa apa-apa. Siang harinya Allah Menjawab. Allah Memberikan suatu pilihan antara iya dan tidak. Aku kaget. Kok Allah Bisa ya, Memberi aku seperti ini? Padahal aku saja tidak mengerti aku kemarin merasakan apa. Ah, Allah lebih Mengerti doa apa yang dilangitkan hambaNya, meski hambaNya kadang tidak (sadar) meminta apa. Hanya mengadu semengadunya. Mungkin Jawaban Allah adalah doa yang sampai di rumahNya dengan selamat. Semoga Kau Meridhoinya. Juli, 2016













