Selamat ulang tahun ke-22 tahun Icha
Maaf atas segala hal yang menyakitkan di dunia ini. Maaf atas hati yang tidak percaya pada diri sendiri. Maaf atas segala keraguan yang membuat jalannya semakin berat. Maaf atas segala ketakutan yang perlahan membunuh mimpi bahkan diri sendiri. Maaf atas duri yang enggan dicabut padahal jejak kaki darah telah mengecap dengan jelas di lantai.
Maaf atas semesta yang merampas mimpi anak kecil itu sehingga membuatmu kamu berjalan tanpa arah. Untuk setiap lambaian tangan minta tolong, maaf atas tiadanya balasan. Untuk tenggorokan yang sakit karena teriakan minta tolong, maaf atas tiadanya telinga yang mampu mendengar. Maaf untuk jantung yang selalu berdetak kencang dan nafas yang sesak karena takut yang menyiksa tiada ampun. Maaf karena tempat persinggahan terlalu sedikit untuk dijadikan tempat istirahat dalam perjalanan panjang ini.
Tapi, terima kasih banyak karena selalu menemukan jalan untuk sampai di sini. Terima kasih atas ikhlas yang mengiringi perjalanan panjang penuh luka ini.
Terima kasih Icha.
Semoga kamu segera menemukan bahagia dan damai yang selalu kamu semogakan setiap menit untuk membalut luka-luka.
Semoga setiap asa yang selalu kamu layangkan bisa menjadi kenyataan paling indah dalam hidupmu.
Namun, jika setelah ini lukanya semakin sakit semoga kamu selalu punya alasan untuk tetap melanjutkan perjalanan. Semoga kamu selalu menemukan jalan untuk merayakan tanggal 27 oktober ke 23, 24, 25, dan seterusnya.
Jika jalannya semakin terjal, raga semakin hancur, jiwa semakin kehilangan waras, dan nyawa semakin menjadi taruhan pada gelapnya malam semoga kamu ingat bahwa sunset akan selalu indah pada besok hari.
Selamat ulang tahun Icha. Selamat menikmati cokelat manis sepuasnya hari ini, Icha.










