Manifesto / Earth 2.0 by @ffeastt #FilosofiMusik #CernaLirik #PikirRinganBerpola (at Badung, Bali, Indonesia) https://www.instagram.com/p/BplR4BsHemlyDaFgeIU-RBMdFoGRX8bxCs8Zpk0/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1jf61hb8oql4b
seen from Malaysia

seen from TĂĽrkiye
seen from TĂĽrkiye
seen from Netherlands

seen from Israel
seen from United States
seen from Netherlands
seen from Finland
seen from United States

seen from Venezuela

seen from Canada
seen from Serbia

seen from Canada

seen from TĂĽrkiye
seen from Russia

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Russia

seen from United States

seen from Singapore
Manifesto / Earth 2.0 by @ffeastt #FilosofiMusik #CernaLirik #PikirRinganBerpola (at Badung, Bali, Indonesia) https://www.instagram.com/p/BplR4BsHemlyDaFgeIU-RBMdFoGRX8bxCs8Zpk0/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1jf61hb8oql4b

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Filosofi Musikalitas Berbanding Lurus dengan Alam Semesta
Manusia dengan pikirannya menciptakan suatu hal yang begitu menakjubkan, itulah kehebatan Tuhan karena memberi manusia pikiran. Bentuk yang abstrak, tak bisa kita lihat dalam bentuk, tapi kita mengetahui keberadaan pikiran itu ada di dunia ini. Setiap manusia berpikir, setiap manusia berfilsafat, menghasilkan filosofi, menjalankan cara pandang, dan hidup dengan jiwa. Begitulah menurut Aristoteles, “jiwa manusia tidak pernah mati meskipun raganya mati”. Ilmiahnya, hasil pemikiran manusia yang tertuang dalam sebuah seni, kenapa harus seni ? tidak ada satu orangpun tidak mencintai seni, setiap orang mendambakan keindahan. Namun, keindahan itu berbeda-beda, tergantung sudut pandang manusia melihatnya dari mana. Maka manusia memang benar berpikir dan menemukan sesuatu yang menurut pikirannya adalah hal yang pantas untuk ada.
Seni adalah sebuah hasil emosional mental yang terlihat memiliki estetika di dalamnya. Tidak semua orang memiliki bakat membuat barang berseni, tapi semua orang memiliki seninya sendiri. Seni yang tak berbentuk namun bernada sehingga kita sebut itulah musik. Seni yang tertuang dengan nada-nada instrumental, di bawakan pesan melalui lirik, merupakan hasil pemikiran manusia yang menurut filsuf yunani adalah pendidikan. Seni musik membawa pengaruh yang begitu hebat dengan segala asumsi didalamnya. Seorang yang mencintai musik akan terlihat memiliki jalan hidup yang unik. Seni ini yang memberikan telinga kita untuk mendengar pesan-pesan entah itu tentang aturan, tentang cinta, tentang kemarahan, tentang kebencian, dan banyak hal di dunia ini yang kompleks untuk disederhanakan melalui tulisan.
Musik adalah suara yang terbentuk dari rangkaian nada-nada instrumental yang memiliki birama dan menhasilkan irama sehingga terdengar harmonis, sejenis fenomena tidak berwujud. Harmoninya dihantarkan untuk menyiarkan pesan psikologi dalam jiwa manusia sehingga terkadang tanpa lirik pun manusia memahami intuisi yang terdengar. Intuisi ini mendoktrin manusia sampai kedalam apa yang dirasakannya setelah mendengarkan musik, menuntun pikirannya untuk mengetahui mengapa musik ini ada. Pikirannya membawanya untuk bertanya “apa yang sedang terjadi padanya hingga musik ini ada?” maka proses ini membuktikan bahwa manusia berpikir untuk mencari tahu kebenaran, manusia berpikir untuk menghasilkan sesuatu tidak lebih yang lain salah satunya musik, manusia berpikir bagaimana meluapkan sesuatu untuk dapat dikeluarkan dari belenggunya sendiri. Manusia juga memiliki tujuan ketika menciptakan musik. Terakhir, manusia yang mendengarkan juga berfikir kenapa dia menyukai music tersebut.
Musik ini suatu hal yang hebat, musik membius manusia untuk mencintainya, merasakan atmosfer perasaan yang dituangkan penciptanya kepada music itu, sehingga dengan mendengarkan music terkadang manusia akan terbawa suasana dari music itu sendiri. Musik merubah manusia dengan segala melankolisnya. Memberi cara pandang dalam iramanya. Suatu komunitas pencinta salah satu sub genre music akan berpenampilan selayaknya apa yang dikaguminya dari music itu dan akan berbeda juga dengan sub genre yang lainnya.
Musik tercipta dari hasil berpikir yang datang dari inspirasi, inspirasi ini yang dihasilkan oleh alam semesta. Alam semesta mendukung apa yang dilakukan manusia, alam semesta ini memberikan semua yang dicari oleh manusia, alam semesta secara tidak disadari manusia memberikan sinyal kekuatan pada otak manusia untuk memikirkan tentangnya. Alam semesta adalah ruang tiga dimensi yang menghanyutkan manusia untuk ikut dalam aturannya. Manusia tidak mengelak akan yang tumbuh di alam semesta ini. Perasaan tertuang datar dalam alam semesta, jangkauannya yang begitu luas hingga apa yang dituangkan dalam sebuah pikiran menghasilkan musik yang luas.
Musikalitas diukur dari beberapa sudut pandang manusia dalam menyikapi alam semesta ini. Tujuan yang difilosofikan dalam music tidak semata-mata hanya dari apa yang dia rasakan, dia dengarkan, dia lihat saat inspirasi itu datang. Namun, sumber terkuat dari datangnya inspirasi alam semesta ini adalah perjalanan hidupnya selama itu di alam ini. Kisah dari kemarahan teman, kebencian pada kontra pandangan manusia lain, kekuasaan yang absolut dalam menjalankan tujuan, egoisme dari sikap manusia lain untuk mendapatkan kesenangan, penolakan perasaan dari lawan jenis, pembantaian jiwa untuk menyuarakan pendapat, itu semua bagian dari pendidikan mental untuk membentuk karakter berpikir dan alam semesta menyediakan ruangan untuk pribadi yang sudah berkarakter untuk berpikir dan menghasilkan music. Musikalitas adalah kualitas, pengetahuan, kepekaan manusia terhadap music. Tidak ada music buruk atau baik, sudut pandang dan karakter manusia yang mengarahkan music itu kemana.
Kesimpulannya, manusia berpikir dari apa yang sudah dijalani selama masa hidupnya, membentuk karakteristik jiwanya, mencari apa yang masih ditanyakan, hidup dalam keinginan menghasilkan sesuatu, mencintai keindahan dan irama-irama suara. Irama-irama suara ini kita sebut music, timbul karena suatu perasaan manusia, sehingga manusia berpikir untuk menggerakan badannya menghasilkan suara dengan berbagai alat, menciptakan birama untuk menyatukannya dalam suatu keharmonisan, keadaan bermusiknya datang dari inspirasi jiwa, inspirasi dikirimkan dari alam semesta kepada pikiran manusia untuk menghasilkan suatu kualitas musik yang terbaik dari proses hidupnya dan karakteristik jiwanya.
“tulisan ini hanya sifat egoisme dari hasil pemikiran manusia yang memandang music sebagai cara hidup untuk mencapai tujuan dan mencapai kedamaian”
Plato – “music berhasil mendidik manusia ketika music itu mempengaruhi sudut pandang manusia untuk menjadi beretika”
BANDUNG, 12 Desember 2015
ADIUKD