Pemerolehan Pragmatik Farzan Dua atau tiga minggu yang lalu, Ummi Farzan sedikit dikejutkan dengan laporan Neneknya. Ceritanya begini. Hari itu Farzan dan Nenek main ke rumah Uwak, tetangga depan rumah. Di rumah Uwak ini ada satu anak yang di asuhnya. Usianya dua bulan lebih muda dari Farzan, namanya Fajri. Walaupun lebih muda, tapi secara fisik doi lebih besar dari Farzan. Terus Nenek bilang gini sama Uwak "Mantap kakinya Fajri ni." "Iya, makannya banyak ni Nek." Uwak ikut membenarkan pendapat Nenek. Dan, tak disangka si Farzan ikut memberikan komentar. "Aki Ajan iyas." Kaki Farzan keras, katanya sambil megangin kakinya 🙊 Ternyata dia nggak terima Fajri dipuji-puji begitu 😂 walaupun kakinya nggak semantap Fajri, setidaknya dia punya kaki yang keras 😌 good job Nak. Ummi langsung ketawa pas diceritain Nenek kejadian ini. Rupanya dia sudah bisa menganalisis maksud dari suatu pembicaraan, dan ikut serta dalam topik pembicaraan. Artinya, nggak boleh ngomong sembarangan ke Farzan, dan nggak boleh membanding-bandingkan dia dengan anak yang lain 😉 Dilihat dari teori pemerolehan bahasa, memang sudah wajar bahwa di usia 2 tahun anak mulai memasuki tahap pemerolehan pragmatik. Pragmatik ini berkaitan dengan kemampuan penggunaan bahasa seseorang. Dulu dapat teorinya saja, sekarang bisa lihat buktinya. Terus bertumbuh ya Nak 😘 Note: numpang simpan disini dulu, siapa tau nanti butuh buat penelitian 🤐 #farzanerrazi25m #pragmatik #linguistik #farzandiary https://www.instagram.com/p/B4utNp-g9BuC2l0BrUQy6-mV1hYe2w4AXnE1JY0/?igshid=zngyflge5029