Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Prambanan sekawan dan rahasia istimewa Yogyakarta, wadaw!
Bila kamu sedang memikul beban berat, maka kamu akan takjub kalau duduk-duduk santai menunggu sunset akan seajaib itu rasanya. Paling tidak, buat gue pribadi, menunggu sunset adalah hal ternyaman. Kali ini gue membahas sesuatu yang lampau dan segala isinya. Yap, Jogja! Bagi kamu yang kuliah di Semarang atau seputaran Jawa bagian tengah maka kegiatan yang akan sering kamu lakukan adalah mengitari kota-kota disekelilingnya paling seru dengan motoran rame-rame, which is Solo, Magelang, Jogja, Wonosobo, Klaten, Temanggung atau banyak lagi. Karena masa muda gak datang dua kali dan kuliah di kisaran umur selepas SMA adalah hal yang paling takjub maka jangan sia-siakan. Jogja sarat banget sama budaya, kita ga bakal pernah lupa kalo Jogja adalah salah satu kota yang budaya Jawa-nya masih kuat banget. Culture is not always talk bout dance or fabric, but also historical relics. So, I interested to recalling memory, flashback to write bout temples in Prambanan.
Oke perjalanan nya ini dimulai pagi-pagi, dan gue berangkat dari kawasan Malioboro Jogja, sebenernya ga jauh banget sekitar satu jam perjalanan. Prambanan merupakan salah satu peninggalan Candi Hindu terbesar di Indonesia dan termasuk dalam daftar Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991. Gue juga baru tau ternyata Kecamatan Prambanan itu termasuk di perbatasan dua provinsi. Tapi sejauh ini orang-orang tau bahwa Candi Prambanan adalah aset ibu pertiwi di Jogja. Jadi sesungguhnya lokasi Candi Prambanan tergolong unik, yaitu terletak di Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Jawa Tengah dan Kec. Prambanan, Kabupaten Klaten, DIY. Oiya kalau kalian mau kesini ngincer foto yang bagus better datang sekitar pagi menuju siang dan menjelang sore untuk yang mengincar sunset. Sinar matahari siang membantu banget pencahayaan pada hasil foto meskipun harus siap siap gosong. Siapin sunblock yaa.
Sebelumnya gue informasiin aja kalo segala foto ini hanya tentang Candi Prambanan haha karena foto lainnya sudah gue hapus dikarenakan alasan krusial, eh ternyata ada yang tersisa jadi gue jadiin bahan nulis aja. Gue pergi ke beberapa candi, ini ceritanya lagi edisi #explorecandi dan #glendatingwithculture, hashtag yang gue buat sendiri biar punya ciri khas tertentu. Pertama gue menyambangi Candi Prambanan yang didalamnya terdapat Candi Sewu, Candi Bubrah dan Candi Lumbung. Kemudian bergeser sedikit ke Candi Kalasan, Candi Ijo, Candi Barong, Candi Abang, dan Istana Keraton Ratu Boko. Oiya kalo ke Candi Abang yang harus menaiki bukit dan sudah tertimbun menjadi tanah berumput hijau sehingga mirip bukit Teletubbies dan selalu dijadikan tempat favorit bagi kambing buat nongkrong sore. Lain lagi dengan Candi Ijo, terletak di atas bukit yang lebih tinggi sehingga di sebut sebagai candi tertinggi di seputaran area Prambanan. Selain itu gue juga mendatangi Tebing Breksi yang sebenarnya adalah bekas tambang batuan kapur di Sambirejo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Bercerita tentang archaeological site yang terakhir gue datangin yaitu Istana Ratu Boko yang pada masa Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC) kembali hits dikarenakan menjadi salah satu tempat nge-date Rangga dan Cinta sebelum mereka memutuskan kembali bersama. Untuk lokasinya ini berada 3 Km dari Candi Prambanan, disini juga banyak tour guide yang menawarkan sepaket harapan mengitari Candi Prambanan dan Istana Ratu Boko. Gue lupa harganya dan gue juga memilih untuk jalan sendiri waktu itu. Gaya arsitektur Ratu Boko berbentuk istana keraton, luas banget. Dilihat dari pola peletakan sisa-sisa bangunannya sih ini emang dulunya adalah istana raja, dilengkapi kamar bagi permaisuri, tempat mandi permaisuri, ruang berkumpul kerajaan, dan lainnya. Berdasarkan hasil pencarian gue di Kang Gugel, Ratu Boko ini merupakan keraton (istana raja) dan bukan candi atau bangunan bersifat religius. Memang sih ketika gue dateng bangunan Ratu Boko ini dikelilingi oleh tembok tinggi seperti benteng pertahanan. Dan kabarnya lagi bahwa Ratu Boko adalah nama ayah dari Roro Joggrang. Wadaw! Ternyata berkaitan yah, gue jadi pengen tahu gimana kehidupan zaman dulu itu. Oiya, di awal gue bilang jalan-jalan menunggu sunset, tapi foto tentang sunset ga ada sama sekali, hahaha. Iya karena telah terhapus dari memori kamera dan tidak tersimpan dimana-mana. Jadi nikmati foto yang tersisa saja ya!
Gue sangat amaze dengan nenek moyang kita yang bisa membangun bangunan nan indah dengan susunan batu saja. How they did it? Ada ga sih yang punya pemikiran sama kaya gue? Haha. Imajinasi mereka keren loh, ga kalah sama arsitektur zaman sekarang. Kalo ke Istana Ratu Boko lebih baik incar menuju sunset nya (wagelaseh parah). And if you stand alone in the middle of main gate, looking down and around, you will feel like a queen!
Terakhir pesan gue, kalo ke Jogja jangan lupa duduk sore-sore sambil minum kopi di Alun-Alun Kidul dan berusaha menembus jalan tengah atau namanya Ritual Masangin yaitu latihan konsentrasi dengan berjalan di antara dua pohon beringin (ringin kurung) yang berada di tengah Alkid dengan mata tertutup. Tapi gue ga berhasil! Haha enjoy your life and happy Sunday!