Muse
I’m kind of super nervous writing this post.
Aduh...mm, gimana cara memulainya ya? Gini aja kali ya; sekarang saya dalam proses penulisan buku yang merupakan projek tertunda saya selama (hampir) delapan tahun.
Hal ini bikin saya gugup setengah mati, dan juga luar biasa panik. Tapi entah kenapa, saya tahu untuk sekian kalinya setelah terus menerus gagal Pramana Bataradika harus dikenal oleh dunia. Omg, this is gettin’ harder.
Kalau kalian tau, Rama ini adalah modifikasi nama kesejuta kali’nya. Kalian mungkin tahu Orion, Arga, (nama yang saya lupa), (nama lain yang saya lupa juga), dan akhirnya Pramana Bratadikara. Sedikti sulit buat saya menentukan namanya. Kadang terlalu berbeda, dan kadang terlalu sama. Namun saya akhirnya memutus’kan, Pramana itu bagus. Cukup bagus. Sangat bagus.
Rama & Dindra mungkin bakalan saya post di wattpad, atau storial, atau malah saya akan simpan dan akan saya bagi’kan ketika saya sudah siap. Siap untuk menyimpannya dalam kenangan sehingga saya tidak akan melupakannya, dan siap untuk melepaskannya karena saya pikir memang udah waktunya buat benar-benar melepaskannya.
Astaga, terlalu emosional lagi.
Sudah dehl. Mungkin udah waktunya saya sudahi dulu.
Eh iya, sebelum kita benar-benar udahan. Sedikit nih. Sedikit banget cuplikannya :
Sepuluh, dua puluh, tiga puluh tahun yang akan datang, aku harap kamu masih akan mengingat. Bahwa disuatu sudut di bumi yang bulat ini, ada seorang gadis yang sangat menyukai kamu. Dan gadis itu yang suatu hari berubah menjadi seorang wanita tua, akan selalu mengingat diri kamu hingga waktu yang tidak terbatas.
Semoga kamu selalu berbahagia ya Ram, aku akan selalu mendoakannya.
Salam sayang,
Diandra.
Sudah ya spoilernya, dikittt







