Hi Bye, Mama! 하이바이, 마마!
9/10
Salah satu drakor yang ngasih tau kalo hidup itu sangat berharga. Dan untung ide cerita ini divisualisasikan di Korea, kalo di Indonesia cerita kayak gini kemungkinan bikin takut dan jadi mitos yang menyeramkan.
Bercerita tentang arwah seorang ibu yang hidup kembali untuk bertemu anaknya. Pas nonton sebenarnya cukup kaget karena di awal cerita transisi ibunya dari arwah ke manusia yang hidup kembali cukup cepat, tapi ternyata memang sengaja diperpanjang untuk porsi cerita waktu ibunya jadi manusia lagi. Lebih tepatnya setengah manusia setengah arwah.
Aku suka sama alur ceritanya, meski di setengah episode terakhir cukup berat dan menguras emosi karena ceritanya yang mulai mendalam. Meski di awal aku kurang suka cerita tentang arwah-arwah yang lain, tapi justru adanya cerita mereka jadi bagian yang bikin drama ini nggak bosan.
Seperti yang aku bilang, drama ini banyak ngajarin tentang betapa pentingnya untuk melakukan apa yang bisa dilakukan selama masih hidup, menunjukkan cinta ke orang-orang terdekat, mengatakan sayang, dan bahkan hal-hal kecil yang mungkin kita gatau besok masih bisa ngelakuinnya atau ngga.
Porsi cerita dukanya juga sangat pas, nggak berlebihan persis seperti perasaan berduka di kehidupan nyata. Dan benar yang bikin kehidupan itu menarik justru karena adanya kematian. Dengan itu kita tau kalo hidup itu nggak selamanya.
Kekurangan dari drama ini cuma transisi per scene yang kurang mulus, dan kadang memang kurang ada penyelesaian yang pas untuk cerita-cerita pendukungnya. Selebihnya sangat bagus dan SANGAT DIREKOMENDASIKAN!
Kalo lagi nyari dan suka drama slice of life tentang keluarga, kehidupan, kehilangan, pertemanan, cinta. Hi Bye, Mama! Wajib ditonton seenggaknya sekali seumur hidup.













