Untuk diri ini, di bawah langit februari Apa kabar februarimu gadis belia yang kini sudah dewasa? Sudah seindah dan sehangat sang surya? Sudah seperti impian yang kau cipta didalam doa? Sudahkah ceria tanpa ada peliknya drama-drama? Apakah sudah tidak semenderita saat kau berbagi luka pada senja? Aku tahu kau pernah lalui harimu dengan sesak. Aku tahu dirimu sibuk dengan dunia yang tak berhenti bergerak. Aku tahu saat itu kaupun sempat berhenti untuk berharap sejenak. Pada hal-hal yang buat jantungmu seolah berhenti berdetak. Tapi jangan jadikan itu sebagai batu penghalang dirimu kelak. Ketahuilah hai sosok keras kepala yang sudah berusaha kuat. Bahagia tak diukur dari seberapa banyak senyum terpahat. Bukan dari seberapa banyak orang yang menganggap dirimu hebat. Dan bukan dari sesedikit apa luka yang tersemat. Precious, satu kata sifat untuk dirimu yang sudah jenius. Ini bukan tentang sebuah prestasi tanpa nilai minus. Bukan juga tentang caramu untuk menjadi lebih religius. Bukan pula tentang tingkah lakumu yang ingin membius. Lebih dari itu, berharganya kamu merupakan pembicaraan yang serius. Jangan pernah kalah pada rumus yang mungkin akan mengubah kamus hidup yang kau anggap lurus. Tak banyak harapku padamu duhai sang pemberontak. Kau takkan suka jika inginmu terus ku sepak. Maka dari itu jangan hanya mencoba berteriak. Lakukanlah segalanya agar kelak kau bisa mendongak. Bukan menjadi pribadi tak berakhlak, hanya saja tuk buktikan bahagia itu hak. Dariku, wanita biasa yang bukan apa-apa. #SuratUntukFebruari2018 #EigerAdventure #PecanduBuku















