Mon, Kamu Pasti Senang dan Tenang.
Hari ini aku membaca cerita baru. Cerita sederhana yang membuat menangis semua orang. Ini realita kisah cinta yang tidak lagi dilihat hanya di novel dan sinema.
Dia Monica. Meninggal pada 29 Desember 2017 karena sakit typhus. Menurut kabar, dia mengalami kejang-kejang hebat sampai gagal untuk bernapas. Baru sekitar tiga harian ia di rawat di rumah sakit.
Monica adalah teman sekelasku sewaktu SMP kelas 9. Aku tidak begitu mengenalnya, hanya sekadar teman biasa. Kekasihnya, Dwiki, teman sekelas juga. Mereka bersama-sama sampai Monica menghembuskan napas terakhirnya. Aku melihat sebuat potret di Instagram. Dwiki yang memakai peci hitam dan selop adidas putih berada paling depan rombongan yang membawa jasad Monica ke pemakaman. Bahkan, ia ikut membawa keranda Monica. Seorang bapak-bapak mengalihkan wajah Dwiki. Bapak-bapak itu seperti berkata, "biar saya saja yang bawa, Ki." Lalu Dwiki seperti menjawab, "tidak apa-apa, Pak. Saya saja."
Di bawah potret tersebut tertulis caption sederhana. Tulisan manis dari hatinya Dwiki. Kesedihannya, kepedihannya, ketidakpercayaannya, ketabahannya.
Kamu bisa gambarkan bagaimana rasanya membawa keranda yang berisi orang yang kita amat sayangi?
Mon, kamu pasti senang dan tenang dihantarkan langsung oleh lelakimu.