Dari masa ke masa, manusia selalu memilik 1 - 2 masalah saja yang berurusan dengan memori mereka. Namun, masalah “kegagalan” memori ini menjadi masalah besar, terutama bagi mereka yang memiliki beberapa penyakit seperti Dementia dan Alzheimer.
Dalam beberapa tahun terakhir, para ahli telah mencurahkan tenaga mereka untuk menyelesaikan masalah tersebut. Bagaimana? mereka mempelajari cara kerja otak manusia dalam mengolah memori. Dimana otak manusia mengolah memori dengan mengirim sinyal elektrik dari setiap ruangan dalam otak yang biasa disebut hipocampus. Apabila terdapat kerusakan dalam hipocampus, maka sinyal elektrik yang dikirimkan akan berubah, atau gagal sama sekali. Itulah mengapa para pasien yang menderita Dementia atau Alzheimer kesulitan dalam mengingat sebuah peristiwa.
Untuk memecahkan masalah tersebut, para ahli melakukan berbagai test yang melibatkan kurang lebih 20 pasien yang menderita epilespi. Mereka diminta melakukan berbagai kegiatan dan mengingat berbagai hal, para ahli merekam setiap gelombang sinyal otak mereka selagi mereka melakukan tes tersebut. Namun, perbedaannya kali ini semua pasien telah di tanamkan sinyal listrik di otak mereka (model komputer, bukan tipe menempel pada otak). Hasilnya cukup memuaskan, para ahli mendapatkan bahwa penanaman electroda pada otak mereka. Para pasien menunjukkan peningkatan sebesar 15% pada memori jangka pendek, dan 25% pada memori kerja. Ekseperimen ini sangat baik karena bila teknologi ini semakin berkembang, tidak tertutup kemungkinan bahwa nanti di masa depan manusia dapat menghilangkan penyakit - penyakit yang berhubungan dengan ingatan. Atau, lebih baiknya lagi… para ahli bisa mengimplementasikannya untuk teknologi baru yang bisa membantu hidup manusia dalam beraktifitas.













