Mission 1 | House of urban people
When we walk around Surabaya we will see many abandoned room, dormant for many reasons, such as buildings whose construction has not been completed, or the place of business where the business actors have been bankrupt, or even the police stations / security guard who had been abandoned. The unused building into a shelter the homeless, beggars or those who do not have shelter, Surabaya is a big city as the place the bet to earn a decent living, many have managed to achieve, but many also fail until they became homeless.
Yes phenomenon of space abandoned and homeless or what we call true urban people to have a connection, perhaps as more and more waste of development in the form of spaces abandoned the more fertile urban people because they feel they have a place to stay, a place to stay is usually only temporary, but some are permanently occupy it by adding a proper home furnishings.
Team DIRARERU capture it as a symptom of urban very interesting if in response, team DIRARERU then mapped tampat used as a place of urban people stay, we found a police station in the bridge area rolak that are not used and normally occupied by urban people, then we repaint the area with a bright yellow color and add flowers to the site becomes more pronounced home and comfortable. What we do just want to make the site into a more comfortable place for urban people who have a day of work trying to seek his fortune in the city of Surabaya.
Processing time: 07/09/2016, 03:30 – 04.30 WIB
Points: Police Station Rolak ( 7°18'27.1"S 112°43'07.9"E )
........................................................................................................................................................
Bila kita berjalan-jalan di sekitaran surabaya kita akan banyak menemui ruang yang ditinggalkan, terbengkalai karena banyak alasan, misalnya gedung yang pembangunannya belum tuntas, atau tempat usaha yang mana pelaku usahanya telah bangkrut, atau malah pos-pos polisi/satpam yang telah ditinggalkan. Gedung yang tidak digunakan tersebut menjadi tempat tinggal para gelandangan, pengemis atau mereka yang tidak memiliki tempat tinggal, surabaya merupakan kota besar yang menjadi tempat orang bertaruh untuk mendapatkan penghidupan yang layak, banyak yang berhasil mencapainya namun banyak juga yang gagal hingga mereka menjadi gelandangan.
Ya fenomena ruang terbengkalai dan gelandangan atau yang biasa kami sebut manusia urban sejati memiliki keterkaitan, mungkin saat semakin banyak limbah pembangunan berupa ruang-ruang terbengkalai maka akan semakin subur manusia urban ini karena mereka merasa memiliki tempat tinggal, tempat tinggal ini biasanya hanya bersifat sementara namun ada juga yang secara permanen menempatinya dengan menambahkan perabot selayaknya rumah.
Tim DIRARERU menangkap hal tersebut sebagai gejala urban yang sangat menarik bila di respon, tim dirareru kemudian memetakan tampat yang biasa digunakan sebagai tempat manusia urban ini tinggal,kami menemukan sebuah pos polisi di daerah jembatan rolak yang sudah tidak terpakai dan biasanya ditinggali oleh manusia urban, kemudian kami mengecat ulang tempat tersebut dengan warna kuning cerah dan menambahkan bunga-bunga agar tempat tersebut menjadi lebih terasa rumah dan nyaman. Yang kami lakukan hanya ingin membuat tempat tersebut menjadi tempat yang lebih nyaman untuk manusia urban yang sudah seharian bekerja mencoba mencari peruntungan di kota surabaya.
Waktu penggerjaan : 07/09/2016, 03.30 – 04.30 WIB
Tempat : Pos Polisi Rolak ( 7°18'27.1"S 112°43'07.9"E )