#DiaryMerpati Day 5 "BUK, MAU SHOLAT DI MASJID, BUK!"
Day5: Senin, 25 Juli 2022
Hari pertama pekan efektif. Artinya, kami sudah mulai memberikan materi pelajaran sesuai targetan akhlak, leadership dan kognitif. Alhamdulillah, hari ini Tsaqif dan Aufar yang sepekan back to school kemarin belum bisa hadir, kini sudah bisa bergabung bersama Pasukan Merah-Putih.
Kalau Tsaqif, kami sudah tau bahwa ia izin tidak masuk sekolah karena Kakeknya meninggal dunia dan keluarganya masih dalam masa berduka. Rayina juga izin karena sedang berada di luar kota, sementara Tisha masih berkumpul dengan keluarga selepas acara pernikahan saudaranya.
Kabar Aufar baru kami dapat kemarin dari Bundanya bahwa selama ini keluarga mereka sedang menetap di Jawa. Ponsel Bundanya tidak dibawa sehingga mereka lost contact sama sekali. Begitu tiba di kelas, Aufar langsung duduk di sebelahku dan ia cerita bahwa selama ini ia tinggal di Jawa.
“Ayah aku butuh istirahat di Jawa Buk, capek kerja terus” kata Aufar menginfokan. Beberapa kawan yang penasaran ke mana Aufar selama ini, ikut duduk melingkar mendengarkan ceritanya.
Buka kelas hari ini berlangsung dengan penuh semangat. Hari pertama duo Kamil-Amran sebagai kapten resmi bertugas. Adena masih menunjukkan dominasinya dengan beropini dan memimpin meski ia belum bertugas menjadi Kapten. MaasyaaAllah energinya itu memang luar biasa, namun tentu perlu direm karena kawan-kawan yang lain juga perlu diberi kesempatan beropini hehehe.
Jam pertama pagi ini adalah Al Quran yang dibimbing oleh Ustad Najib dan Ustad Gani. Kami ingatkan anak-anak untuk mengambil wudhu sebelum mengaji, dilanjut dengan pelajaran Bahasa Inggris lalu snack time.
Ini juga hari pertama kami mengisi buku komunikasi alias bukom. Karena masih di semester 1, maka bukom masih dituliskan oleh fasil. Kami hanya bertiga, Pak Ishag-Bu Ayun-ibuk. Pak Ishag fokus mendampingi Alariq, jadi perkara mengisi bukom mesti dibagi 2: 13 bukom ditulis oleh Bu Ayun, 13 bukom diisi ibuk.
Saat tiba waktunya makan snack, seperti biasa Nafisah membagikan snack-nya pada ibuk. Hari ini ia bawa roti maryam, lezat sekali. Ibuk bilang ke Nafisah bahwa roti maryam adalah roti kesukaan ibuk. Sambil tersenyum Nafisah bilang ia juga suka sekali roti maryam. Aufar dan Bintang selesai makan snack lebih dulu, dan mereka langsung membersihkan remah-remah bekas makanan mereka yang tumpah. Ardan menunjukkan ke teman-temannya bahwa hari ini menu snack-nya adalah sushi. Anak-anak makan dengan tenang.
Setelahnya, Bu Ayun melakukan brainstorming terkait proyek Junior Chef untuk memasak karedok. Ini akan menjadi proyek selebrasi perdana kami.
Bu Ayun: Siapa yang suka karedok?
Ghozie: Aku gak sukaaa!
Bu Ayun: Siapa yang mau masak karedok?
Ghozie: Akuuuu!
Nah bingung? Sama, ibuk juga wkwkwkwk. Si Ghozie gak demen karedok tapi mau masaknya.
Pokok gasskeun bae dulu dah yak wkwkwk.
Setelah brainstorming, kami makan siang bersama lalu anak-anak mengambil wudhu. Sebisa mungkin kami pastikan anak-anak melakukan wudhu dengan benar dan tertib, lalu sholat zuhur berjamaah di kelas.
Kami meminta Kamil selaku kapten hari ini untuk menjadi imam sholat. Tidak ada keluhan dari para jamaahnya, ia berhasil melakukan tugas sebagai imam dengan sangat baik. Anak-anak melafalkan bacaan sholat dengan semangat, khususnya Aufar. Di akhir sholat, ia bertanya “Buk, bacaan sholat aku mantep kan?”
Ibuk respon dengan dua jempol dan cengiran kuda.
Anak-anak ingin sekali sholat zuhur di masjid bersama kakak kelas mereka, tapi ibuk bilang mereka harus bisa tertib bacaan dan gerakan dulu, barulah akan kami ajak ke masjid. Anak-anak sedikit kecewa, namun berhasil membuktikan bahwa keinginan mereka untuk memperbaiki bacaan dan gerakan memang sungguh-sungguh.
Begitulah Nak, terus berproses dan berprogres, tak mengapa jika pelan, yang penting selalu nikmati prosesnya yah.
Ibuk sayang kalian karena Allah.










