Di alam ini,
dalam beberapa hal, kita tak akan pernah tahu, alasan sesuatu menjadi takdir kita, alasan sesuatu menimpa kita, sekeras apapun kita mencoba menemukan alasannya.
seen from Mexico
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Malta
seen from United States

seen from Malta

seen from United States
seen from France
seen from Belgium
seen from United States

seen from United States

seen from United States
Di alam ini,
dalam beberapa hal, kita tak akan pernah tahu, alasan sesuatu menjadi takdir kita, alasan sesuatu menimpa kita, sekeras apapun kita mencoba menemukan alasannya.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kemarin-kemarin saat nyepeda mau ke stasiun, lihat langit langsung...... “hwaa, ini kaya lukisan...” masyaAllah langitnya lagi cerah :”)
Lalu dengan sengaja berhenti sebentar dari nyepeda dan mengabadikannya.
Aku menyukai saat aku memandang langit.
Berhenti sejenak dari aktivitas apapun, lalu diam saja dan memandang langit. Sambil sesekali mengirup udara sejuk perlahan dan duduk diam memandang langit. Rasanya tenang sekali.
Entah sejak kapan aku begitu mencintai aktivitas ini. Aktivitas sederhana mengongak ke atas sejenak, melihat langit dan menikmatinya. Seolah dengan cara itu Allah sedang berkata padaku untuk lebih mencintai ciptaanNya.
Langit.
Ah, jadi ingat lagu favorit saat masih kelas 3 sd.
“Langit biruuuuu, awan putih, terbentang indah, lukisan Yang Kuasa....
Ku melayang, di udara, terbang dengan balon udaraku~”
-Sherina dalam Album Petualangan Sherina.
Apakah kamu masih ingat film petualangan sherina? 😂 mungkin kita seumuran saat itu
Delft, 27 Juli 2020
Aku belajar dari sosok perempuan itu, yang hatinya terluka berulang kali, aku hanya mampu mendengarkannya saat ia bercerita, aku harap aku bisa membantunya meski hanya mendengarkan cerita-ceritanya.
Kadang kala, seseorang menyibukan diri tidak untuk mencari perhatian. Ia hanya berusaha menyembunyikan kesedihan dalam dirinya. Menyibukan diri agar terlupa dengan kesedihan demi kesedihan. Agar tak ada orang yang bertanya, apakah ia baik-baik saja?
Seperti saat itu, saat aku bertanya padanya mengapa akhir-akhir ini telihat berbeda, ia menjawab bahwa ia memang sedang menyibukan diri. Aku jadi semakin menyadari bahwa mungkin bagi sebagian orang, menyibukan diri adalah hanya satu-satunya cara untuk melupakan banyak hal. Tak ada cara lain, hanya itu.
"Paling enggak, aku jadi nggak membebani orang lain dengan cerita kesedihanku." Sahutnya tersenyum tipis.
"Tapi sedih juga, sih. Kalau ada yang mikir aku begini dan begitu. Tapi ya udah lah ya, aku cuma bisa berusaha menyibukan diriku, aku nggak bisa mengontrol pikiran orang lain." lanjutnya.
Aku hanya diam mendengarkannya.
Dan, tak ada yang bisa aku lakukan selain mendukungnya.
............................
Untukmu, aku tak tahu kapan Allah menyembuhkan 'lukamu', namun aku yakin lukamu pasti 'sembuh'. InsyaAllah.
Dan kamu tahu? Aku senang sekali karena paling tidak kini aku tahu, kamu menikmati aktivitasmu :)
Kamu tahu kan aku selalu mendukungmu?
📝
Sebuah surat untuknya, seseorang yang namanya tidak boleh disebut, tentu saja :)
Aku baru saja membuka diary tahun lalu.
Dan tanpa terasa menitikkan air mata, ada rasa sedih dan juga rasa haru.
Aku sudah melalui banyak hal berat yang terjadi ditahun lalu, dan ternyata aku mampu..
Very proud of you, Firas!
Ayo jalani lagi hari-hari ke depan dengan keyakinan kau akan bisa melalui semuanya, InsyaAllah.
Halo! Lama nggak jumpa! :)
Hwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Ternyata udah 1 tahun aku nggak menulis disini! :”)
Assalamualaikum ~
Setelah sekian lama vakum (meski sebetulnya nggak 100% vakum juga) karena aku banyak menulis diary pribadi 1 tahun ke belakang. Tulisan-tulisan yang nggak bisa aku publikasikan. (Hei, kamu nggak publikasi karena takut ada yang membaca kan?! sebetulnya meski dipublikasi, siapa sih yang akan membaca? wkwk tapi… ya.. tetap beda aja menulis di buku / catatan pribadi dan di posting di tumblr / blog)
Anyway,
1 tahun ini rasanya amat sangat sulit, bahkan ada momen-momen yang rasanya bernafas pun sulit, hehe. Nggak berlebihan, sungguhan. Setahun ke belakang adalah satu tahun tersulit dalam hidupku, betul-betul nggak pernah menyangka aku akan merasakan perasaan itu. Namun, aku betul-betul merasa senang akhirnya ada di posisi saat ini.
Ya…. beberapa hal terjadi dan rasanya amat menyakitkan, hingga kini mungkin lukanya belum sembuh, atau mungkin tak akan pernah sembuh, namun alhamdulillah aku perlahan berdamai dan menerima. Dan itu sungguh sangat membuat hatiku tenang mengetahui aku ternyata bisa, atau... berjuang untuk bisa... atau akan pasti bisa insyaAllah.
Ternyata menulis ini saja aku jadi menangis, hehe 🙂
Ada banyak hal yang aku pelajari satu tahun ke belakang, dan yang jelas aku jadi ingin kembali rajin menulis, menulis disini. paling tidak 1 bulan sekali, mungkin? Yaa semoga saja banyak hal yang bisa aku refleksikan.
Tapi yang jelas sepertinya aku memang butuh menulis, menulis rasanya bisa menguraikan benang kusut di kepalaku yang rumit ini. Aku justru butuh, bukan harus, namun butuh.
Kadang dari menulis aku jadi tahu, oh ternyata perasaanku sedang begini ya saat ini, lalu terkadang jadi bisa menemukan hal yang tak bisa kutemukan hanya dengan berpikir atau membayangkan. Ternyata menulis bisa jadi terapi yang hebat! (buat diriku sendiri ^^)
Sebetulnya, setiap hari ada banyak hal yang ingin kuceritakan, semuanya kebanyakan hanya menari-nari di kepala, padahal mereka ingin sekali bergabung dengan tarian jemariku. Jujur saja, aku yang pemalas ini, kadang malas sekali menuangkannya ke bentuk tulisan (hei, menulis perlu effort loh! haha :D), dan akhirnya cerita-cerita di kepalaku hanya berputar-putar di kepala dan justru membuatku makin pusing sekali! wkwk
Baiklah, semoga dengan umur di dekade baru ini, aku mulai lebih bisa menyayangi diriku sendiri lagi. Dan dengan rajin menulis, mungkin, adalah salah satu caranya. Supaya otakku tidak capek hanya berpikir tanpa dikeluarin isinya! hehe
Jakarta, 13 Mei 2025; 15:16 (Office)
Salam, Firas

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Setelah lebih dari 3 tahun vakum mengajar, akhirnya aku mengajar lagi malam ini!! Yayyy Alhamdulillah.
Mengajar bahasa Jepang (meski aku pernah berkuliah bahasa Jepang) bukan hal yang ringan bagiku, apalagi kalau harus mengajar online. Rasanya kesulitannya jadi double karena untuk menulis huruf Jepang di papan tulis saja sudah sulit apalagi di monitor hehe :”)
Namun karena persiapan untuk berhenti bekerja (yap, sebentar lagi insyaAllah cabss), membuatku harus berusaha memaksa diri menggali / me-recall skillku yang lain. Dulu aku memang pernah mengajar sebelum akhirnya bekerja full time sebagai Recruiter di salah satu perusahaan di Jakarta, namun itu sudah 3 tahun setengah yang lalu...
Aku sempat khawatir dengan kemampuanku sendiri, (sayangnya akhir-akhir ini aku sering khawatir akan kemampuanku secara keseluruhan! ☹) namun setelah tadi memulai kelas lagi, ragaku tiba-tiba mengeluarkan semangat baru dan membuat diriku jadi lebih percaya diri. Aku juga merasakan ketenangan saat mengajar. Hal yang bahkan diriku sendiri kaget hehe.
Akhirnya 1 jam 15 menit kemudian kelas berakhir, aku tersenyum dan mengucap syukur.
Hatiku menyahut “Ternyata aku bisa… Firas kamu bisa loh! Kamu bisa asal kamu berusaha kan?”
Sedikit cerita, akhir-akhir ini aku menyadari bahwa aku kehilangan banyak kepercayaan diri, namun akhir-akhir ini pula, perlahan aku merasa aku harus mulai bangkit. Banyak yang hancur di belakang, banyak kepercayaan diri yang hilang, namun bukan berarti hidupku pun berhenti total kan? Meski aku yakin di depan nanti aku mungkin akan -ragu kembali- atau nggak sesemangat itu lagi, namun nggak ada salahnya untuk saat ini berusaha dan bersemangat untuk memulai lagi kan? Sebetulnya, ini semua untuk persiapanku beberapa bulan ke depan yang mungkin akan berat. Aku harus mulai untuk menata kembali hidupku, aku tahu ini -nggak akan pernah- jadi mudah, namun aku yakin Allah akan memampukanku, insyaAllah. Aku hanya perlu berusaha, dan ngga perlu terburu-buru juga kan? Memangnya kamu sedang lomba dengan siapa sih Firas, sampai harus terburu-buru? 😊
Aku akan perlahan memulai lagi menyusun puzzle-puzzle kehidupan di depan. InsyaAllah, masih banyak tahun-tahun baik menanti di depan bukan?
Jakarta, 28 Mei 2024
20:34 WIB
#diaryfirassn #firaspastibisainsyaAllah #adaAllah
Dapet notif, kalau per hari ini, tumblr ini udah berusia 10 tahun! Hwaa 🥺 kalau jadi anak udah kelas 3/4 SD 😂
Umurnya : 31 Desember 2013 - 31 Desember 2023 :”)
Ngga kerasaa udah 10 tahun dan bikin terharu :”)
Ternyata udah selama itu aku coba nyimpen banyak kenangan memori di blog ini..
Meski banyak turun naik, suka sering posting, suka lamaa banget berbulan-bulan engga posting, tapi tetep blog ini salah satu sarana aku menulis
Semoga tahun 2024 makin lebih banyak lagi nulis ehehe
Pagi tadi belajar di kelas onlinenya Bu Arleen, dan banyak belajar dari beliau.
Bu Arleen ini adalah salah satu pegiat literasi anak di Indonesia, beliau menulis banyak sekali buku anak, udah lebih dari 200 yang terbit dan beredar di seluruh toko buku Indonesia juga perpustakaan di berbagai tempat. MasyaAllah ya. (**Oh ya buku anak tulisan beliau di Ipusnas atau Ijak juga ada, mungkin kalau kamu sedang ingin membacakannya buat adik, anak atau keponakanmu kamu bisa mencarinya di sana😁)
Yang menarik, di akhir presentasinya tadi, beliau menekankan lagi, “you can learn how to write, but nobody can teach you what to write.” Kita mungkin bisa belajar dari orang lain gimana cara menulis, tapi ngga akan pernah ada yang bisa mengajari kita tentang “apa” yang kita tulis. Karena semua tulisan bersumber dari apa yang kita lihat, rasa, dengar, baca dan alami. Lantas semua hal itu lah yang membuat tulisan kita menjadi lebih baik, juga menjadi berbeda dari yang lain.
Beliau juga mengirim ke email kami, masing-masing peserta, daftar penulis buku favoritenya—penulis dalam dan luar negeri, dannn itu banyakk sekaliiii. Beliau bahkan bilang kalau untuk beberapa penulis favorit, semua bukunya sudah dilahap habis oleh beliau.
Membuat saya ngga heran kalau beliau bisa menerbitkan 200an buku lebih. :)