Kita Diciptakan Penuh Hutang dan Riba
"Wahai guru," sahut seorang pemuda kepada gurunya, "berikanlah aku nasehat untuk memaknai hakikat Islam agar aku dapat menjalani hidup penuh gairah."
Mendengar permintaan pemuda tersebut, gurunya tersenyum seraya menegakkan posisi duduknya.
"Ketahuilah, hai anak muda. Sungguh hidup kita penuh hutang dan bunga berlipat ganda."
"Apa maksud pernyataan tersebut, wahai gurunda?" tanya pemuda tersebut kemudian.
"Hidup kita adalah perjalanan pelunasan hutang kita kepada Allah," jelas sang guru.
"Kehadiran kita di dunia ini sungguh telah menjadi sebab adanya hutang kita kepada Allah karena telah mencipta dan memelihara kita. Namun, sedikit manusia yang memahaminya."
Pemuda tersebut masih terlihat bingung menerima penjelasan dari gurunya.
"Mereka yang memahami eksistensinya sebagai wujud hutang kepada Allah adalah mereka yang memahami agamanya sebagai Ad - Diin. Dan sebaik-baik makna ad - diin adalah jika diamalkan untuk melunasi hutang kepada Allah SWT."
Pemuda tersebut tercenung, lantas bertanya kembali kepada gurunya, "Jadi, sejatinya melaksanakan agama merupakan bentuk pelunasan hutang kita kepada Allah, wahai gurunda?"
"Kamu benar, anakku. Dan sebaik-baik perjalanan hidup adalah perjalanan membumikan risalah Islam kepada seluruh insan di dunia, sebagai bentuk ibadah dan mewakili Allah di atas muka bumi ini"
Senyuman mulai merekah dengan singgungan yang manis pada bibir pemuda itu.
Ia akhirnya memahami bahwa menjalankan agama sama seperti melunasi hutang kita kepada Allah.
Tidak ada manusia yang menghindari kewajiban hutang yang dimilikinya, jika ia sadar dan bertanggung jawab atas kewajibannya.
"Lalu, apa maksud dari pernyataan bahwa hidup kita pun penuh dengan bunga berlipat ganda, wahai guruku?" pinta sang pemuda kembali.
"Bunga berlipat ganda hanya diberikan kepada mereka yang menjalankan agama. Allah sudah berjanji untuk berniaga kepada orang-orang beriman dan memberikan bonus riba kepada mereka."
"Bayangkan, adakah selain Allah yang memberikan hutang sebagai modal pinjaman untuk berniaga kembali dengan Allah?"
"Bahkan ditambah pula adanya bonus bunga berlipat ganda jika perniagaan tersebut dilakukan sebagai bentuk pelunasan hutang."
"Maka, ketika kamu beribadah, menjadi khalifah, itu sejatinya adalah bentuk pelunasan hutangmu kepada Allah sekaligus berniaga kepada-Nya. Ditambah pula dengan jaminan bonus perniagaan berupa bunga berlipat ganda."
Pemuda tersebut kemudian tersadar. Banyak sekali janji-janji yang diberikan Allah SWT berupa ganjaran pahala berlipat ganda hingga kenikmatan surga bagi mereka yang menjalankan agama.
Seperti membaca satu huruf ayat Al-Qur'an yang diganjar bunga 1000%, berinfaq yang diganjar bunga 70000% dan imingan-imingan riba lainnya dari Allah SWT.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, adakah manusia yang tidak mau melunasi hutang mereka dengan jaminan bonus riba langsung dari pemberi hutang? Adakah manusia yang tidak mau berniaga dengan Allah SWT dengan modal pinjaman dari-Nya dan jaminan bunga berlipat ganda?
Semoga bulan Ramadhan tahun ini menjadi bulan kesadaran kita untuk melunasi hutang kita kepada Allah SWT. Apalagi dengan jaminan riba berlipat ganda dari-Nya













