Panduan Praktis Menyelesaikan Urusan
Kemarin, saya nulis renungan saya tentang banyaknya urusan hidup yang tidak pernah kita tuntaskan, sehingga terseret-seret dan terus menghantui kita, menjadi distraksi bagi kita, yang pada akhirnya mencegah kita untuk memiliki kehidupan yang optimal.
Sekarang, saya mau menuangkan cara berpikir dan cara kerja saya untuk āmembersihkanā hidup saya dari urusan-urusan seperti itu.
Simpel sih sebenernya, ngga macem-macem.
1. Siapkan sebuah daftar yang berisi dua kolom.
Kolom pertama saya namakan ābacklogā, berisi daftar semua hal yang terus mengganggu pikiran kamu selama ini.
Kolom kedua saya namakan āburnerā, ini adalah daftar hal-hal yang akan kita tuntaskan dalam sebuah pekan.
Saya menggunakan any.do untuk membuat daftar ini, atau Trello juga bisa. Kamu bisa gunakan tools apapun yang praktis buat kamu. Saya sarankan digital, karena lebih fleksibel untuk dimodifikasi. Tapi bisa juga pakai pensil dan kertas sih, atau pakai post it.
2. IsiĀ ābacklogā dengan semua hal yang terus mengganggu pikiran kamu selama ini. Maksimal 15 menit.
- Cuci karpet
- Bayar hutang
- Selesaikan proyek A
- Mundur dari organisasi X
- Klarifikasi dan minta maaf ke si B
Jangan kelamaan, plis. Tulis aja secara spontan apa terpikir saat ini.
Daftar ini adalah daftar yang hidup, bisa terus berkembang ketika kamu mengingat ada urusan yang belum selesai, atau jika kamu punya urusan baru yang perlu dituntaskan.
Ingat bahwa ini adalah daftar masalah. Tujuan daftar ini adalah untuk membawa kamu dari minus ke nol, sehingga kamu ada dalam kondisi netral dan mendapatkan āpeace of mindā.
Setelah kamu berada di posisi nol, baru kamu bisa fokus beranjak dari nol ke satu, dua, dan seterusnya.
3. Pindahkan urusan dari ābacklogā ke āburnerā.
Setelah backlog-nya selesai, tanyakan ini kepada diri kamu sendiri:
āMana hal yang ingin, mesti, bisa aku selesaikan sampai hari Minggu nanti?ā
Pindahkan ke kolom āburnerā.
4. Mulailah menuntaskan hal-hal dalam "burnerā, sekarang juga.
Setelah kamu punya beberapa hal di kolomĀ āburnerā, tanyakan ini kepada diri kamu sendiri:
4.1. Mana hal yang benar-benar ingin kamu selesaikan?
4.2. Bisakah kamu menyelesaikannya sekarang?
4.3. Kalau ngga bisa, beri jawaban kepada diri kamu sendiri, kenapa kamu ngga bisa menyelesaikannya sekarang? Apa prasyaratnya supaya kamu bisa menyelesaikannya?
Apakah perlu sejumlah uang? Perlu waktu? Perlu bantuan orang?
Bisakah sekarang kamu mengatur supaya prasyarat itu kamu dapatkan as soon as possible? Mungkin mengalokasikan uang dari pos X, atau pulang cepat hari ini supaya punya waktu untuk hal ini, atau bikin janji dengan seseorang untuk membantu kamu?
Kalau karena satu dan lain hal masih belum bisa dipastikan, kembalikan urusan tersebut ke ābacklogā, lihat urusan lain dalam "burnerā. Kembali ke poin 2.1.
Saya senang mengecek dan memperbaharui āburnerā setiap pagi, sebelum memulai aktivitas. Ini memberikan saya tujuan dan semangat, āApa yang mau saya bereskan hari ini?ā.
Jangan lupa untuk mencoret urusan yang berhasil kamu tuntaskan. Ooh, it feels great! Puas sekali rasanya mencoret dan membuang sebuah urusan dalam daftar.
Oke, segitu dulu, semoga bermanfaat. Let me know if this method works for you too.