Wa Mu'tashima! Aku teringat sebuah kisah, kisah dari zaman dimana transportasi belum secanggih sekarang, disaat belum ada media massa atau sosial yang dimana informasi bisa tersebar dengan cepat. Tapi, dibalik itu semua, sungguh, mereka adalah orang-orang yang beriman pilihan Allah. Merekalah yang hidup di zaman Dinasti Abassiyah. Aku teringat, ketika mereka mendengar jeritan seorang akhwat yang ditawan Romawi. "Wa Mu'tashima! Dimana Al-Mu'tashim!". "Dia tak akan menolongmu", kata seorang tentara dengan angkuh. Sampailah kabar akhwat tadi ke telinga Khalifah Mu'tashim. Tak perlu waktu lama untuk menjawab panggilan tulus itu, yang sangat menyayat hati setiap Muslim, terlebih Khalifah Mu'tashim. Khalifah sendiri memimpin peperangan melawan Romawi untuk membebaskan satu akhwat itu, ya, hanya satu. Allah lalu memberikan kemenangan terhadap Umat Islam dengan kalahnya Romawi di Amonia. Ya Abna'ul Mu'tashim! Ayna Antum! Wahai cucu Mu'tashim! Dimana kamu? Sungguh aku benar-benar iri dengan akhwat tadi. Dirinya hanya satu, namun bisa menggerakkan hati ratusan bahkan ribuan Muslim. Tapi aku? Butuh berapa teriakan lagi hingga kalian tersadar, terbakar, dan bangkit! Jutaan dari saudarimu ini berteriak setiap hari! Di dalam penjara Rawafidh Irak dan Suriah Di tengah siksaan Zionis Israel Di bawah derita Trump dan sekutunya Di dalam kamar-kamar para tentara Amerika Dimana kalian, ya Rijal! Apa kalian tidak cemburu dengan buyut kalian, Al-Mu'tashim? Allah telah memberi kalian kekuasaan, namun kau sia-siakan. Allah telah memberi kalian kesempatan, namun kau sia-siakan juga. Allah telah memberi kalian kekuatan, namun kau sia-siakan lagi. Kau selalu menyia-nyiakan itu, Ya Rijaluna! Rakyat kalian sungguh sudah geram! Aku rindu. Aku rindu, ketika kalian menjadi pemimpin yang tegas terhadap musuh Dienullah. Aku rindu saat kita bersatu, berjaya. Aku rindu itu. Dan untuk kalian, wahai saudari Muslimah yang masih hidup tentram, gunakanlah kesempatan itu. Berbuatlah yang maruf dan jauhilah yang mungkar. Gunakan kesempatan itu. Jaga kehormatanmu dan agamamu. Allahu Musta'an. Salam dari balik dinding Aleppo Central Prison. @cyberohis #Cyberohis #Cybe @maksumjannah (di Tpq Wali Songo Mendalan)












