Dont set yourself on fire just to keep others warm
Ia yang dulu pernah kusuka (tapi sekarang tidak lagi, apalagi setelah kejadian hari ini) akan segera menikah beberapa bulan mendatang. Tentunya aku bahagia mendengar kabar itu... Aku yang tak tegaan mengiyakan saja ajakannya untuk bertemu. Sepertinya ada hal yang ia ingin sampaikan padaku sebelum semuanya terlarang. Karena aku tau benar rasanya kasih yang tak sampai. Jadi kupikir, yasudahlah biar setelah menikah nanti tak ada lagi rasa penasaran. Aku berencana berdua dengan teman tapi ia minta aku datang sendiri, mungkin ia malu jika ada yang ketiga (tapi bukan setan lho 😁😜), ia pilih tempat bertemu yang agak jauh dari rumahku, makanya aku menolak, aku sendirian malam2, lebih baik kupilih lokasi yang tak terlalu jauh dari rumah. Meetup yang harusnya setelah magrib mundur menjadi setelah isya, karena dia masih ada kegiatan. Oke fine, aku tak masalah. Aku sampai dilokasi sekitar jam 7.30. And you know what?? Dia masih dengan kegiatannya dong, dan baru akan selesai jam 9. Helloo?? Who do you think you are?? Sorry2, aku mulai kesal, jadi bahasaku mulai tak beraturan. Bukannya aku tak suka menunggu, bukan. (Sebenarnya aku memang tak begitu suka menunggu 😁) tapi aku kesal bukan karena itu. Aku hanya tak habis pikir, apakah ia tak mempertimbangkan kondisiku?? Perempuan diluar rumah malam2 sendirian, apa ia tak khawatir. Udah gitu ya cuma minta maaf doang, ngajakin ketemu lagi besok, yampuun seenaknya aja. Maaf, aku terbawa emosi lagi 😩 Kalau bukan karena mempertimbangkan perasaannya, aku pasti sudah menolak sedari awal...













