Senang sekali bisa bertemu dengan banyak orang yang hangat, termasuk Abah penjual roti yang biasa singgah di warung saat menjelang magrib. Meskipun dari segi penampilan mungkin berbeda, namun beliau menyerupai seseorang dalam cara berbicara, memberi nasehat, bercerita, dan mengobrol beliau begitu mirip dengan seseorang. Abah penjual roti selalu menceritakan tentang cucu perempuannya dengan penuh kebahagiaan. Mendengar ceritanya membuat hati hangat, terutama bagaimana beliau sangat mengistimewakan cucu perempuannya, meskipun memiliki cucu laki-laki juga. Bahkan, beliau rela tidak membeli apa pun hanya untuk memberikan gelang kepada cucu perempuan kecilnya.
Saat mendengar cerita tersebut, aku juga merasa ingin berbagi kisah tentang abahku yang sangat menyayangiku. Aku juga selalu diperlakukan dengan penuh kasih sayang, diberikan anting emas, cincin, bahkan dianggap sebagai anak bungsunya oleh semua orang. Rapotku masih memiliki tanda tangan beliau, karena beliau membiayai masa kecilku dan tidak pernah membuatku kekurangan. Abah sangat mengistimewakan aku, sama seperti abah penjual roti yang mengistimewakan cucu perempuannya.
Namun, abah yang ingin aku ceritakan kini sudah berada di surga. Bahkan untuk mengingat kenangan bersama beliau, rasanya sulit bagiku, dan mungkin hanya air mata yang dapat menjadi saksi betapa berharganya beliau dalam hidupku. Terlebih lagi, setiap kali Abah penjual roti mengatakan "Neng, t kenging diluar wae magrib gera indit kejero," karena beliau mengetahui bahwa aku sedang mengandung. Terkadang, karena terlalu senang, beliau meminta bantuan, dan aku terlalu terburu-buru untuk mengambil sesuatu yang diminta, beliau selalu berkata, "Neng, ntos calik we, besing ragag."
Mungkin jika abahku masih ada, beliau akan memperlakukan aku dengan kasih sayang yang sama seperti abah penjual roti memperlakukan aku. Abah, cucu kecilmu sekarang akan segera menjadi ibu, dan abah akan memiliki cicit lagi. Meskipun dulu saat abah dan ema pergi, aku selalu ingin menyusul mereka, namun kini aku telah bertahan hingga saat ini. Abah dan ema, jangan khawatir, aku baik-baik saja di sini, dan menjalani hidup dengan baik seperti apa yang kalian mau🥰












