Menyusun kembali puzzleku yang dulu sempat kau hancurkan Menguatkan pijakan juga kuda-kudaku untuk berperang Bersamai hati yang baru, walau aku tau. Dengan sengaja menghampiri patah hati lagi, karena kebohongan yang terlalu jujur ini. Dari langit pandanganku jauh menerawang, membawa terbang angan-angan serta jiwaku Di kaki-kaki langit aku merangkak, menuju sekumpulan bintang dan bulan. Disinilah aku bisa melihatmu dan keluarga kecilmu juga suara tawa mungil itu, meski dari kejauhan namun tampak indah. Raut Bahagia terpancar. Disinilah tempat dimana tangisku bisa mengucur dengan bebas dan jatuh kebumi. Harap-harap setiap hujan kau keluar barang sebentar agar pelukku menghangatkanmu dalam malam yang membekukan dalam siang yang menghangatkan. Beberapa kerikil menghambat perjalanan alur cerita, tapi mungkin inilah rencana Tuhan. Karena tiap kali berusaha untuk menghindar, tetap saja bayangan itu terus mendorongku, agar semakin terperosok berputus asa. Semakin menyelami masa lalu. Tidak. Aku tak mau mati sia-sia terkubur harapan,meski sudah ikhlas. Ah sudahlah.. Kita sudah usai, padahal tak pernah memulai. Perlahan dengan pasti, melepas harapan, membunuh perlahan. Aku yang selalu berandai, tentang cinta yang sederhana tak perlu rumus untuk mengartikannya. Namun kau memilih kimia yang sudah jelas dengan rumus rumitnya. Terima kasih, karenamu aku belajar jadi lebih kuat. Agar kelak jika luka menghampiri lagi aku sudah terbiasa. #30DJ #30DJ3 #30DJ3Day11 #30DJofAWI #30DJSeason3 #300Juni2020 #AWIOfficial #senjadiataplangit #gaduh #menuliskata #menulisrasa #puisisederhana #creativemultipost #puisisingkat #menuliscerita #onepeachmedia #indonesiamenulis #instapoem #poedisual #sajakpuisi #sajak_literasii #literasihati #literasiquote #literasikata #typographyporn #typographyphone #gilasastra #sajak_literasii #sajakpuisi #poetryoftheday #poetscorner https://www.instagram.com/p/CBS3TK6Drp0/?igshid=904pvh6po2gw