bug cycle aka HAARP in clouds
take matters into your own hands and change the cycle yourself

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from United States
seen from Argentina

seen from United Arab Emirates

seen from Germany
seen from China

seen from Russia
seen from Israel

seen from United Kingdom
seen from Slovakia
seen from United States
seen from Slovakia

seen from Germany

seen from United States

seen from Australia

seen from Switzerland
seen from Germany

seen from United Kingdom

seen from Malaysia
bug cycle aka HAARP in clouds
take matters into your own hands and change the cycle yourself

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
☮️ new plushie unlocked!! ☮️
Osha the Growing Concern of the Deep
-Osha is an earthly spirit of the sea, it is not a friendly entity, they've been manifested to maintain planetary balance by all means♻️
-discount code: HEALINGLIGHT
(expires in 48 hours)
www.happymonday.fun
new song!!! ✌️
coolyeah - faith reunion
prod. by coolyeah
"realization party" (2023)
twt: shoegazing42o
"uwu above oof below" (2023)
twt: shoegazing42o

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
"dollar store candle" (2023)
🧬💱
"my favorite blanket" (2023)
Ngulas : Orang Kaya Baru (2019) Dalam Perspektif Konsumerisme
Sebenernya ini tugas film hahah makanya judulnya keren abes!!!
Ody C Harahap adalah seorang dari sedikit sineas tanah air yang konsisten berkarya dan bermain di genre drama/komedi dan romance dengan konsisten pula untuk, setidak-tidaknya, berusaha menjaga mutu setiap film yang ditanganinya — pernah gagal untuk Forever Holiday in Bali dan Siap Gan! (Keduanya rilis 2018) setelah Sweet 20 (2017), dan Kapan Kawin? (2015) yang ia sutradarai dengan begitu asyik dan bermutu. Sebagai sutradara dengan filmografi 15 judul sejak debutnya lewat Bangsal 13 di tahun 2004, Ody tak pernah mengambil jalan “auteur”. Maka, dari satu film ke film lain yang ia tangani nyaris tak ada gaya atau ciri tertentu yang ia miliki yang sepatutnya dengan mudah dapat kita kenali baik secara visual maupun tema cerita yang diangkat.
Seolah-olah karyanya selalu berangkat dari pertemuannya dengan naskah skenario — bisa tulisan siapa saja — yang dianggapnya cukup baik maka jadilah. Itu pula saya rasa yang melatarbelakangi pembuatan film Orang Kaya Baru ini. Ditulis Joko Anwar, salah seorang penulis/sutradara terbaik tanah air, yang ketika memiliki naskah skenario namun dirasa tak cocok untuk ia sutradarai maka ia berikanlah kepada orang lain seperti yang sudah-sudah seperti Arisan! (Nia Dinata, 2003), Quickie Express (Dimas Djayadiningrat, 2007), Jakarta Undercover (Lance Mengong, 2007), Fiksi (Mouly Surya, 2008), dan Stip & Pensil (Ardy Ocatvaind, 2017).
Film ini menceritakan kehidupan keluarga yang terdiri dari Bapak (Lukman Sardi), Ibu (Cut Mini) serta tiga anaknya, Duta (Derby Romero), Tika (Raline Shah) dan Dodi (Fatih Unru). Keluarga ini telah terbiasa hidup dengan uang pas-pasan selama bertahun-tahun.
Suatu ketika, Bapak meninggal dunia. Setelah meninggalnya bapak, tiba-tiba ada orang dari bank datang ke rumah mereka dan memperlihatkan video Bapak. Dalam video tersebut, Bapak mengumumkan bahwa dia sebenarnya memiliki banyak uang di bank dan uang tersebut bisa digunakan sebanyak-banyaknya oleh mereka. Maka, jadilah mereka berfoya-foya. Beli mobil, beli gawai, beli rumah, dan beli apapun yang sekiranya bisa dibeli. Menurut mereka, itulah cara keluar dari belenggu kemiskinan yang selama ini membebani mereka.
Sebelum bertransformasi jadi keluarga kaya raya, keluarga ini awalnya kompak dan saling peduli satu sama lain, meski dalam keterbatasan yang ada. Mereka selalu makan malam bersama dengan penuh kehangatan. Namun, kehangatan tersebut berubah saat duit berbicara.
Proses ketika keluarga ini menyadari bahwa mereka kaya raya hingga melakukan cara yang menurut mereka sendiri dapat membuat mereka bahagia dan membuat branding baru terhadap diri mereka, erat kaitannya dengan konsumerisme yang maklum terjadi di iklim masyarakat Indonesia. Konsumerisme dapat diartikan sebagai pikiran atau mentalitas mau menghabiskan atau memboroskan. Fenomena OKB sebenarnya bukan barang baru. Ia telah mengakar sejak zaman kolonial. Istilah ini mengacu kepada mentalitas suatu kelas sosial dalam masyarakat. Struktur masyarakat Batavia terbagi atas dua kelompok: pegawai Kompeni dan warga bebas.Hampir semua warga bebas adalah mantan pegawai Kompeni dan orang-orang kaya baru Batavia yang suka pamer kekayaan namun berselera rendahan.
Seiring dengan modernisasi di era Orde baru, OKB berdandan mengikuti zaman. Mereka merujuk kepada para pejabat yang tiba-tiba kaya setelah menduduki jabatan strategis dalam pemerintahan. Sebagian lainnya menyebut kepada orang yang ketiban warisan. Identitas kelasnya mencuat lewat gaya hidup baru: konsumerisme.
Konsumerisme dalam budaya Indonesia identic dengan berfoya-foya ketika mendapatkan rejeki yang lumayan angkanya. Konsumerisme dalam garapan Ody ini termasuk klise, berkenaan dengan mobil mewah, hunian megah dan minimalis, dan perhiasan di sekujur badan.
Ody dalam mengangkat budaya konsumerisme ini sangat tepat sasaran dan mengena, statement dan alur ceritanya mencerminkan pola-pola pemikiran pribadi konsumtif. Yang disayangkan adalah bagaimana konsumerisme ini senantiasa dikaitkan dengan brand-brand mewah luar negeri, yang mana padahal sebenarnya konsumerisme akan menjadi positif dan menguntungkan juga bagi inner circle Indonesia ketika yang digemborkan adalah konsumtif terhadap produk lokal. Terdengar sama namun menimbulkan jangka panjang yang sangat kontradiktif.
Referensi :
Tirto.id
Kincir.com
Kumparan.com
Historiaid