Adapun kemudian, Dalam ilmu kesehatan klasik, diyakini bahwa anak-anak bukan sekedar miniatur dari orang dewasa. Akan tetapi anak-anak adalah makhluk yang belum matang secara materi dan fungsi, madah dan kaifiyah, fisik dan fungsional, jasmani dan ruhani. Dan kebanyakan keluhan dalam penyakit anak yang umum diakibatkan oleh karena ketidak matangan ini. Maka dalam menggambarkan fisiologi anak-anak, dikatakan, : “organ dalamnya, ususnya lembut dan halus dan begitu pula bentuk tubuhnya, serta energi vitalnya belum penuh”. Dan ahli ilmu kesehatan klasik dalam bukunya menyatakan : daging anak-anak itu rapuh, darah mereka kurang, dan energi vital mereka lemah. Yang lainnya mengatakan : energi dari organ dalam dan usus anak-anak itu lembut dan lemah. Yang lainnya mengatakan : lima organ dalam dan enam usus diciptakan akan tetapi belum sempurna…lengkap akan tetapi tidak lengkap. Yang lainnya mengatakan : kulit dan rambut, otot dan daging, urat dan tulang, otak dan sumsum, kelima organ dalam dan keenam usus, pembangunan dan pertahanan, serta energi vital dan darah anak-anak secara keseluruhan tidak kuat dan aman. Oleh karena ketidak mantapan dan kelemahan yang melekat dalam tubuh dan fungsi organik anak-anak, juga dinyatakan bahwa “anak-anak mudah terkena penyakit yang ditularkan dan berubah dengan cepat.” Secara khusus, kedikteran klasik berpedoman bahwa anak-anak sangat mudah terkena penyakit yang diasosiasikan dengan tiga organ utama, yaitu : paru-paru, limpa, dan hati. Diantara ahli klasik berkata : fungsi pertahanan luar anak-anak tidak aman, oleh karenanya, hawa dari luar dengan mudah memasuki bagian luar dan menyerang paru-paru. Hal ini menjelaskan mengapa anak-anak begitu sering mengalami gangguan saluran pernafasan bagian atas, seperti pilek, batuk, alergi, dan asma. Kemudian dijelaskan juga bahwa fungsi transportasi dan transpormasi anak-anak (yaitu, pencernaan atau apa yang disebut sebagai limpa dalam ilmu klasik) belum kuat dan lengkap, karenanya mereka dengan mudah dirusak oleh makanan. Hal ini menjelaskan kepada kita, mengapa anak-anak biasa mengalami kolik, muntah, diare, sakit lambung, dan sakit perut. Saudaramu Abu Muhammad Al-Qiyanji