Seperti Daun. Aku tumbuh dan hidup karenamu. Dalam dekap pedulianmu, aku aman dan berbahagia. Hari semakin banyak, ia kita lewati dengan semangat. Menjadi minggu, kemudian berminggu-minggu. Menjadi bulan, kemudian berbulan-bulan. Entah di waktu mana, seketika saja aku cinta. Aku jatuh di tangan ketelusan untuk terus bersamamu. Lahir harap, berkembang angan, muncul rindu. Waktu masih berjalan. Lagi-lagi entah di waktu mana, seketika penglihatanku buram-mengabu. Telingaku tak bisa mendengar dengan baik. Aku kehilangan pelukmu. Aku daun yang mencintai ranting yang menjatuhkanku. Aku daun yang mencintai ranting tapi diabaikan. Aku daun yang mencintai ranting tapi di khianati. "Akan ada daun baru." Ucap bulan, sayup dari jauh. Aku berpasrah. Kita; cinta, memang soal berpasrah. Pasrah menjatuhkan harap, atau pasrah meneruskan harap. Pada aku si daun, cinta memang tak harus bersama. Foto: 15/4 06:42 -tanpa edit- 22/4/17 . . . wirdatrihasfi.wordpress.com #senandungrasa #cintadaunpadaranting #gugur #bulan #puisi #sajak #poetry #poem #writer #sastra #marimenulis #tulisapasaja #lombamenulisD7K #follow @diary7kurcaci (at Syech Yusuf Discovery)
Loading...


















