Aku. Ya, aku yang teramat menyukaimu.
Taukah? Bahkan Tuhan saja sudah memberiku kesempatan. Tapi taukah? Aku tak cukup pandai untuk menggunakan kesempatan.
Kesempatan apa? _______________ berpapasan denganmu, pada jarak yang sangan dekat pada ruang yang atapnya adalah langit, dengan dinding lampu-lampu malam.
Bahkan senyum saja tak berani kulemparkan padamu. Entah, betapa bodoh. Lantas, aku membatu membuang muka. padahal aku yakin matamu mengenaliku.
Langkahmu pasti, yakin. Akupun yakin. Yakin apa? bahwa kau takan menoleh.
Lalu aku berbalik, melihat punggunggmu yang semakin jauh.
kau tak tau, di belakangmu, ada aku yang menelan sesal telah menyiakan kesempatan bahkan hanya untuk bertukar senyum.
Denganmu.










