100 days without you
Jiwanya berbahagia Menari-nari di atas awan dengan langkah riangnya Permen gula-gula ada di kedua tangannya yang mungil Menanti hari akhir untuk bertemu denganku lagi Di tempat terbaik-Nya

seen from Italy
seen from United States
seen from Finland

seen from Malaysia
seen from Germany
seen from Mexico
seen from China
seen from TΓΌrkiye

seen from Japan

seen from Malaysia
seen from Philippines

seen from Malaysia
seen from Uzbekistan
seen from Italy
seen from Japan

seen from Malaysia
seen from Japan

seen from Italy
seen from Germany
seen from China
100 days without you
Jiwanya berbahagia Menari-nari di atas awan dengan langkah riangnya Permen gula-gula ada di kedua tangannya yang mungil Menanti hari akhir untuk bertemu denganku lagi Di tempat terbaik-Nya

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
7 Juni 2021
Hari itu cukup melelahkan karena udara panas yang menyengat tubuh terasa menguras tenaga. Belum lagi meeting dengan para petinggi perusahaan, membahas tentang program magang yang akan aku jalani. Sebagai mahasiswa semester akhir, tentu saja sibuk sudah menjadi makanan sehari-hari yang harus dijalani. Menyusun tugas akhir, kerja praktek, tugas besar dari semua mata kuliah cukup membuat kepala ini terasa pusing.
Namun di balik semua itu, aku bersyukur ada temanku yang selalu setia mensupport segala aktivitasku. Teman yang semenjak beberapa tahun lalu dekat dan selalu menjadi pendengar yang baik akan keluh kesahku. Postur tubuhnya tinggi dan lumayan berisi, terasa hangat ketika dia memelukku. Bahkan aku lebih menyukainya dibandingkan selimut favoritku haha.
Kebetulan meeting selesai siang hari dan aku tidak ada agenda lain selain meeting tadi. Aku iseng aja panggil temanku untuk menjemputku di salah satu mall di bilangan Depok, karena ya kami sudah setahun tidak bertemu. Rasanya rindu sekali tidak melihat wajahnya dan mendengar celotehannya secara langsung. Tidak butuh waktu lama, ia langsung mengiyakan untuk menjemputku. Padahal ia sedang ada kerjaan di kampus tetapi dia memilih untuk menjemputku.
Cukup lama aku menunggu di lobby mall. Sampai pada akhirnya sebuah mobil datang dan HPku berdering, "Cha, gue udah di depan". Aku lantas langsung menuju ke mobil lalu masuk ke dalamnya. Tentu saja aku duduk di sampingnya di kursi depan.
"Halo halooo apa kabar nih udah lama banget kita ga ketemu ya" ucapku membuka percakapan.
"Wahhh iya, apa kabar Cha?" jawabnya.
"Baik kok baik, hehehe" aku bingung mau jawab apalagi. Rasa awkward karena sudah lama tidak bertemu menyerangku tiba-tiba.
Beberapa saat setelah mobil berjalan, ia mengatakan sesuatu tetapi aku lupa apa, dan aku tidak setuju dengan perkataannya. Lantas secara refleks ia memegang tanganku dan bilang "Chaaa jangan marah dong, iya maaf ya Cha" ucapnya sambil mengelus-ngelus tanganku. "Duhh tangan gue dingin bgt ya ini" kataku spontan karena udara dari AC dan aku yang nerveous membuat tanganku dingin. "Ohhiya dingin banget, mana sini aku angetin" ucapannya berhasil membuatku baper.
Cerita Tentang Mantan (eps 1)
Pertemuan Pertama
Pertemuan pertama aku dan dia diawali dengan tidak sengaja. Saat itu aku sedang mengikuti studi banding ke Singapura, Malaysia, dan Thailand yang diselenggarakan oleh sekolahku. Otomatis peserta studi banding naik pesawat untuk menuju negara tersebut. Aku sih bebas ya mau duduk di mana saja tidak masalah, toh aku sudah membawa novel kesayanganku untuk dibaca sepanjang perjalanan.Β
Tapi entah mengapa sepertinya aku sedang sial, seorang cowo bernama Mada duduk tepat di sebelahku. Ya, aku sudah sering mendengar namanya di antara cewe-cewe yang sedang bergosip. Katanya dia urak-urakan, jarang menuruti perintah, sering membolos, duh bad boy deh. Bukannya aku menilai dari segi fisik, tapi dia memang jauh dari kata ganteng seperti bayangan cowo-cowo di Wattpad atau Tumblr yang bad boy tapi ganteng. Dan ternyata benar memang dia salah satu cowo yang emang se-menyebalkan itu. Bagaimana tidak, saat pesawat hampir lepas landas ia malah asik memainkan tabletnya sampai-sampai mbak pramugari berkali-kali menegurnya tetapi tentu saja tidak ia hiraukan. Deg-degan sih tapi gimana ya ngomong sama orang batu juga gabakal didengerin. Temanku kebetulan juga sudah menegur Mada namun tidak dihiraukannya.
Berhubung aku tidak mengenalnya jadi aku diamkan saja sambil berdoa semoga dia cepat sadar. Sebenarnya bodoh sih cuman daripada tidak melakukan apa-apa. Syukurlah setelah pesawat mengudara beberapa saat, ia lekas mematikan tabletnya. Thanks God.
Pada akhirnya yang aku bisa lakukan hanya menunggu
Chatonvame
Balada Putih Abu-abu
Seragam putih abu-abu seringnya dengan perasaan kelabu. Sibuk belajar ini itu tapi tak tahu yang dituju. Belajar kelompok katanya biar sama-sama maju tapi malah gosipin orang, pantes progress masih di situ. Sudah semangat datang pagi-pagi ke sekolah, gurunya entah kemana aku tak tahu. Ada yang niat bawa tikar hingga bantal biar kalau ora ono guru iso turu. Wangsit, buku sbm, dan sejenisnya bagaikan persediaan peluru. Tak tahu apa yang diburu, asal sebut universitas demi gengsi biar ga malu. Padahal layaknya UI, UGM, ITB, dan UNPAD, UNCEN pun tempat menuntut ilmu. Sudahlah, semua ini akan segera berlalu. Jika sudah kerja keras hingga tanganmu biru, tinggal tunggu waktu. Tuhan pasti punya rencana yang dapat membuatmu haru.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Aku merindukan kehangatanmu, di tengah lebatnya hujan
Chatonvame
Sayap yang Patah
Sayap kiriku patah
Tak dapat terbang
Tak dapat berkutik
Hanya bisa diam di tempat
Sayap kiriku patah
Tak ada lagi harapan
Tak ada pertolongan
Hidup tak lengkap lagi
Sayap kiriku patah
Impian dan harapan kandas
Diriku hilang di tengah malam
Hanya bisa berdoa di antara semilir angin
Hawa dingin diam-diam mengumpat "Kau bodoh"
Dirinya hilang ditelan pekatnya malam
Tanpa kabar
Tanpa jejak
Ingin marah tapi pada siapa?
Memaki bulan karena bersinar terang
Tak peduli suasanaku suram
Bodohnya aku
Menunggu kapal yang tak akan datang di terminal