Aku kelelahan, ngos-ngosan dan hanya ingin istirahat sebentar, ah tidak sebentar tapi aku butuh istirahat yang lama! Bulan Januari ke Desember sudah tidak ada bedanya seperti hari Minggu ke Sabtu, berlalu begitu cepat, terlalu cepat. Hari ini, tahun pada layar kunci ponsel berubah, angka yang semula sangat familiar menjadi asing. Langkahku terseret, berat, tapi hidup harus jalan terus. Setengah mati rasanya mengejar ambisi yang melaju kencang, namun dengan tubuh babak belur terhantam angin dan hujan lebat yang tidak kunjung reda selama satu tahun ke belakang.
Satu-satunya penghibur adalah surat tak terduga yang suatu hari sampai kepadaku. Entah sudah berapa hari dalam perjalanan, tapi akhirnya kabar darimu sampai ke tanganku. Itu adalah kali pertama, sejak kita memutuskan untuk mengakhiri cerita yang bahkan belum sampai pada tahap introduction. Maaf. Sisa waktu yang aku punya tidak banyak saat kita bertemu.
Tidak, waktu itu aku cuma terlalu takut.
Tak terpikirkan olehku alasan kamu memilih untuk mengirimiku surat lewat pos alih-alih lewat media sosial, yang tentunya lebih cepat, murah dan mudah.
Tapi sekarang aku bersyukur, atas surat yang kamu kirimkan. Di tahun yang begitu berat, aku punya kenangan manis yang bisa digenggam dan disimpan untukku seorang.