Misteri Sang Tuan
(sebelum) Pertemuan Ketiga
Setelah pertemuan kedua yang penuh dengan penyesalan. Hari itu aku benar-benar pulang tanpa menyisakan ekspektasiku sama sekali. Menyibukan diri dengan berbagai kegiatan yang bisa mengalihkan pikiranku, dari lelaki maskulin ini maupun dari masalaluku yang sulit dilupakan. Aku sibuk menyusun thesisku yang tidak kunjung usai, hingga ketika rehat, sesekali aku terbersit nama mereka. Sial. Sial. Sial. Tidak kunjung datang pesan yang aku nantikan. Akhirnya aku memutuskan untuk bertemu dengan ‘sosok’ lain, kali ini benar-benar tak ada maaf, cukup ku tidak menghargai diriku sendiri.
Hingga pada hari dimana aku sudah bersolek untuk bertemu orang lain, sebuah pesan singkat mampir di instagramku. Penuh kata yang hmm yaa begitu biasa saja. Dan aku menanggapinya pun hanya dengan kata-kata biasa. Sudahlaaah pikirku, tidak perlu basa basi, jika ingin pergi yaa pergi saja. Silahkan, pintunya terbuka lebar. Tidak perlu meminta maaf ataupun menunggu aku untuk pergi, karena nyatanya aku memang tidak akan pernah pergi. Pesan itu penuh dengan basa basi, pertanyaanku mengenai kapan kembali ke kota ini dibalas dengan kalimat mengagetkan. Akan kembali sebentar lagi.
Setelah percakapan itu, aku terus menanti. Akankah pertemuan ketiga ini muncul? Akankah benar-benar terjadi? Akankah aku menumbuhkan harapan padanya, setelah kalimat demi kalimat yang membingungkan keluar dari mulutnya dan pertanyaan pamungkasku aku redam dalam hatiku. Akan kah benar-benar terjadi?
Dan yaaa, sesuai dugaanku. Bahkan di hari terakhir ia berada di kota ini. ada saja alasannya untuk tidak bertemu denganku. Aku yang bahkan ekpektasinya sudah di turunkan dan direndahkan masih merasa kecewa. Bagaimana ini? but, I just take it like nothing. Yaa, mungkin teman mengobrol masih bisa aku usahakan.
Terjadilah, percakapan-percakapan singkat dan penuh penantian ini dimulai. 2-4 jam chatku tak terbalas aku hanya diam. Akankah terulang lagi kejadian ini? aku harus apa kali ini? membiarkannya? Apakah ada cara lain yang bisa aku gunakan untuk membalas sakit hatiku sebelumnya dengan kisah bahagia lainnya? Akankah lelaki maskulin ini menjadi bagian dari hidupku dan memulihkan rasa percaya diriku? Maka kisah ini masih terjebak dalam sekotak layar bernama smartphone. 2 hari ia tak membalas pesanku, lalu ia memberi kabar kalau smartphone-nya yang sempat rusak sudah diperbaiki.
Sungguh perjalanan online chatting ini membuat perasaanku ups and downs. Aku benar-benar lupa lagi cara menaruh harapan serendah-rendahnya. Karena terkadang, serunya berbincang dengannya membawaku pada harapan harapan baru. Sial. Ya Tuhan, bagaimana caranya agar aku bisa memanage perasaanku lagi? Apa ini benar rasanya jatuh cinta lagi? Sebegitu meresahkannya? Aku harus apa?
Hingga suatu hari, ternyata takdir membawaku dan dirinya untuk terlibat dalam suatu project yang harus merepotkannya. Kita melakukan online meeting yang akhirnya membayar rasa rinduku terhadap suara dan nadanya ketika sedang melempar argumen. Tunggu, apa kataku tadi? Rindu? Haha jangan harap. Tapi sungguh, ketika pertemuan online itu cukup membawa harapanku terbang tinggi hingga ke langit ke-7. Penjelasannya, tawanya, dan segala hal yang ada pada dirinya, aku sudah mulai tertarik. Ini berbahaya, tapi bukankah wajar, karena pertemuan kita sudah memasuki bulan ketiga. Yang kata orang, pertemuan pada bulan ketiga ini adalah penentuan akhir dimana akankah kita berakhir tragis atau berakhir bahagia. Shit. I hate this happened again in my life. But ya Allah. Jadikan ini yang terakhir. Jadikan kisahnya happy ending seperti harapku dan doaku di setiap malam. Bukankah Allah tidak ingin melihatku bersedih dan meratap lagi setiap malam?
Sial. Ia tak membalas pesanku di malam sabtu. Aku harus apa setelah ini? akankah ada pertemuan ketiga setelah beberapa perbincangan yang mengarah pada pertemuan ketiga kemarin? Bakmi pak min? cerita tentang bahasa dan kepala desa? Atau sniff-ing perfume seperti yang aku minta? Tidak. Aku sudah mulai gila bahkan di pertemuan yang belum genap ketiga. akankah aku jatuh cinta lagi?














