Cerpen : Centini & Mukidi #13
Ketika si Mukidi galau..
"huft, kenapa kok ya masalah bisa dateng bertubi-tubi gini," batin Mukidi.
"Mukidiiiii, bengong mulu kamu, kasian ayam tetangga mati tauk," gurau Centini yang tiba-tiba datang
"apaan sih ga lucu, tin"
"ihh ga asik nih, kamu itu jelek kalau galau, beda sama aku, kalau aku, galau aja cantik, apa lagi gak galau, jadi mending kita sama-sama gak galau, wkwk"
"oh gitu?" Balas Mukidi
"ihh bete -_- udah syukur aku hibur,"
"iya iyaaa, makasih yaa,"
(why do u come to me when I need though I don't make call, text, or tell anything to u? Is it a sign from God that u are sent for me? Or do u feel me like i feel u often? I'm really happy to be near on you, I'm happy when I can see your smile, I'd love when I joke u and then u replay me with "ngambek manja". Uhh, sejak kapan laki-laki seperti ku jadi mudah geer kayak gini, kamu terlalu baik untuk berdampingan dengan lelaki pengecut sepertiku, ahhkk aku yakin ini hanyalah perasaan yang ku buat-buat saja sendiri, ku sambung-sambung agar terkesan kita sama-sama saling menyukai, berpikir bahwa kita selalu menyukai hal yang sama, atau jangan-jangan syetan sudah mengetahui dan membuat skenario secantik ini, tidak tidak. Kita lihat saja suatu hari nanti) Dalam pikiran Mukidi yang bicara pada dirinya sendiri.
Bersambung.












