10. iri
setiap orang itu unik. saya meyakini ini. tetapi, tak jarang kita merasa cemburu dengan keunikan yang dimiliki manusia lainnya, tentu tak dimiliki oleh kita. contohnya, saya selalu merasa cemburu atau lebih tepatnya merasa iri dengan orang-orang yang memiliki kemampuan verbal yang baik. seperti, para ahli debat, orator, motivator, presentator ulung, dan marketer. mereka seperti dianugerahi Allah kemampuan untuk dapat meyakinkan orang-orang agar mengikuti cara pandangnya, cara pemikirannya, dan tentu agar barang dagangannya dibeli sebanyak-banyaknya.
saya juga sering iri dengan manusia yang diberi Allah kelebihan berupa kemampuan menghapal luar biasa. misalnya, penghapal Al-Qur’an dan hadist dan menguasai banyak bahasa –yang bahkan kemampuan bahasa inggris saya pun masih biasa-biasa saja. betapa sepertinya mudah saja merangkai kalimat demi kalimat dalam bahasa yang jelas-jelas berbeda dengan bahasa sehari-hari. seperti ada tombol switch off dan switch on di otak mereka ketika mereka berbicara bahasa asing.
keirian tertinggi saya adalah ketegaran manusia-manusia yang Allah berikan berbagai ujian bertubi-tubi. misalnya, salah satu teman saya harus kehilangan ayahnya yang memilih pergi dengan wanita lain. lalu ibunya terlebih dahulu dipanggil Allah. dia harus berusaha menghidupi dirinya sendiri dan adik-adinya. ditambah lagi, dia baru saja kehilangan anaknya. tapi, apakah dia menyerah? tidak. tidak sama sekali. dia selalu percaya bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan manusia.
sungguh, saya iri. pada ketegarannya. pada kesabarannya. pada kelapangan hatinya. pada kebersyukurannya menghadapi segala cobaan hidup. pada penerimaannya atas segala takdir Allah.
saya merasa rendah sekali di mata Allah. pun di mata teman saya. saya yang masih dikaruniai orang tua yang lengkap sampai sekarang. saya yang tidak perlu berpayah mencari uang untuk membiayai kuliah saya –tinggal meminta pada ayah. saya yang masih memiliki keluarga sebagai naungan ketika hidup terasa lelah dan mulai tidak sesuai dengan ingin saya. dan nikmat-nikmat lain yang jelas-jelas Allah beri tapi saya banyak lupa bersyukur.
pun tentang keahlian. bahwa Allah telah menganugerahi manusia dengan keunikan berupa kepintarannya di bidang masing-masing. saya, misalnya, yang memiliki kelebihan di bidang numerik dan analisis. bahwa kelebihan seharusnya disyukuri. bahwa kekurangan selayaknya tidak dijadikan bahan untuk menjatuhkan. dan semoga kita dimudahkan mengatasi segala kekurangan kita. tidak ada yang tidak mungkin kan jika kita belajar terus?
semoga segala bentuk iri dan rendah diri kita ini menjadi pecutan semangat menjadi manusia yang tak pernah bosan belajar. belajar akan hal-hal baru. belajar akan hikmah-hikmah yang dapat kita serap dari segala bentuk kejadian hidup yang kita temui di sekitar.
belajar untuk lebih banyak bersyukur. belajar untuk lebih banyak bersabar. belajar untuk lebih banyak berpikiran positif kepada Allah.
insya Allah.













