About ARESTA VII (albarra eresmair)
Pikiranku melayang jauh, pada kisah-kisah perjuangan bersama teman-temanku di acara ARESTA VII. Syukurku ucapkan kepada Allah SWT, yang telah membantu kami dalam mensukseskan acara ARESTA VII (ajang remaja berprestasi), padahal bila dilihat pada awal-awal perjuangan, rasanya sulit sekali menyatukan pikiran, visi dan yang terpenting adalah membuang jauh ego diri sambil kembali menanam kembali kedewasaan hati nurani.
Kawan, senang rasanya hati ini….
Berbagai tantangan dan cobaan
Dapat kita tuntaskan bersama, dengan segala suka dukanya
Walaupun sama-sama kita menyadari bahwa: betapa besarnya ego kita saat itu
Aku paham, kita semua menginginkan yang terbaik untuk acara ini; ARESTA VII
Keringat kita, pikiran kita, waktu kita dan semua pengorbanan kita
Ikhlashkanlah hanya karena Allah SWT, agar berkah
Kawan, senang rasanya hati ini….
Saat itu, aku paham, semuanya ingin turut andil
Yup betul! Turut andil dan berlomba-lomba memberikan yang terbaik dari masing-masing kita
Termasuk potensi, ide-ide kreatif , dana, tenaga dan do’a
Masih tersimpan di catatan hatiku
Tensi panas, tegang dan berbagai pikiran yang tak menentu
Mengawali awal pembentukan ukhuwah kita pada acara ini
Mengawali tahap baru pendewasaan diri
Mencoba ikhlash dan berpikir positif atas semua keputusan atasan
Akhirnya, kita tersadar….
Semua hal yang kita perselisihkan hanya membuang waktu yang sangat terbatas
Kita tersadar, sikap kekanakan yang masih menempel di hati kita, itu semua harus di akhiri
Kita-pun sepakat, satu nama, satu rasa, satu tanggung jawab
Tak ada lagi -opini- beda di antara kita
Ini acara kita, milik kita bersama
Sukses tidaknya acara ini adalah tanggung jawab kita
Tergantung kekompakan kita, tergantung do’a-do’a yang kita panjatkan kepada Allah SWT
Agar kita mendapatkan bantuan-Nya, mendapatkan keridhoan-Nya
Nostalgiaku pada acara ini, kini berhenti di terminal perjuangan masing-masing bidang dalam melaksanakan tugas dan amanahnya, terlepas dari penilaian sukses-gagalnya masing-masing bidang, yang perlu dicatat adalah kemauan kita untuk berusaha bersabar dalam pembelajaran ini, karena… Allah SWT Maha Tahu akan hambanyayang selalu berusaha dan bersyukur
Sungguh aku kagum pada ukhuwah kita
Kagum akan kebersamaan kita
Di acara ini, kita sama-sama berjuang
Sama-sama merancang dan melaksanakan
Sesuai potensi dan amanah masing-masing
kita ingat bahwa kita lupa membicarakan tentang sesi foto panitia
begitulah, karena fokusnya kita kepermasalahan pelayanan kepada orang lain
sehingga kita lupa untuk sesi penting ini
Kota-kota besar kalian sambangi
Lelah, letih, pusing mencari alamat
Terkadang, kesasar atau salah alamat menjadi kisah yang selalu seru untuk diceritakan
Bersusaha mencari dan mengundang para peserta
Semua itu akan tetap menjadi hal yang tak terlupakan
Yang tertulis dalam tinta emas perjuangan
Aku tahu, tenaga kalian tak-lah sebesar amanah kalian
Namun satu yang luat biasa, kalian kompak
Gelapnya langit malam dan cuaca yang tak menentu
Tak menggoyahkan niat kalian untuk menyebarkan pamphlet
Memasang spanduk-spanduk atau baligo-baligo besar
Di emperan jalan yang selalu bersahabat dengan debu dan asap
Waktu itu, aku melihat kelelahan yang terlukis di wajah kalian
Hujan turun menambah dingin malam di dataran sunda
Namun, sungguh luar biasa!
Kalian tetap melaksanakan tanggung jawab kalian dengan baik
Dana adalah faktor penting dalam suatu acara
Oleh karena itu, setiap kali kita membicarakannya
Perselisihan internal atau eksternal juga kecemasan yang tak menentu, selalu lebih mendominasi
Maklumlah, kita semua ingin yang terbaik bukan?
Alhamdulillah, Allah SWT menurunkan bantuannya
Melalui tangan-tangan paras santri, tak terkecuali kakak dan adik kelas
Juga sederetan sponsor yang berpartisipasi
Semua menyatu dan mengambil andil besar dalam kesuksesan acara ini
Berbagai rencana acara kalian persiapkan
Jelas – terperinci – rapih
Kalianlah yang merancang dan membuat jalan
Sehingga mobil-mobil dapat lewat dengan lancar dan terlihat indah,
Sesuai jalan yang kalian buat, indah
Pandangan pertama yang membuat terpana
Tentu akan mendapatkan kepercayaan pada pandangan-pandangan selanjutnya
Walau terlihat santai sambil terduduk manis
Tentu kesabaran dan keramahan kalian menjadi nilai sendiri dalam hati para tamu
Sambutan yang baik – senyum yang manis
Pantaslah teladan kita berkata:
- Senyum adalah shodaqoh –
Disiplin adalah kunci kesuksesan
Menegakkan kedisiplinan dalam acara ini
Kalian jugalah yang membantu terciptanya keamanan dalam acara ini
Tanpa kalian, mungkin acara ini akan terkesan lambat dan tak beraturan
Insya Allah, segala pengorbanan kalian akan dibalas oleh Allah dnegan balasan yang lebih baik. Aamiin….
Semburat warna-warni cat bukanlah hal yang asing bagi kalian
Berbagai peralatan berbau kesenian-pun kalian datangkan
Ide-ide kreatif yang selalu mewarnai kerja kalian
Menjadi pengusir penat dan lelah
Designer panggung 3D ARESTA VII dengan segala keistimewahan dan kesederhanaannya
Bila tidak ada kalian, Kasihan rasanya perut ini
Bila tak ada kalian, kurang hiburan lidah ini
Betul -NCUM- itulah sebutan lain kalian
Para remaja baik hati yang mengerti kosongnya perut ini
-terimakasih atas segala konsumsinya-
Saat-saat berjuang, sedih-tawa
Rasanya tidak akan bisa terekam bila tanpa kalian
Kalianlah yang menyimpan memori acara ini
Lewat gambar-gambar dan video-video yang kalian ambil
Kita bisa tertawa dan mengingat kembali akan kenangan di setiap rangkaian acara ini
Aku tahu betul tugas kalian
Aku tahu betul perjuangan kalian
Dan aku tahu betul kesabaran kalian
Kalian adalah dapur acara ini
Lewat peran kalian, bidang-bidang lain dapat memulai tugasnya
Kalianlah pencetak tulisan-tulisan penting, yang membuka izin acara ini
Kebijakan kalian sangat berarti bagi lancarnya tugas setiap bidang
Kerja dan tanggung jawab kalian sangat besar
Salah sedikit, mungkin akan berdampak besar pada kelancaran acara ini
Kalian adalah BANK professional yang dimiliki acara ini
Indah hijau pesona dataran sunda, medan-medan terjal menantang
Semua itu adalah teman kalian, para pecinta alam
Turunnya kabut putih, menjadi cerita tersendiri
Saat kaki-kaki menapakkan jalur-jalur alami dan buatan
lengkaplah acara ini dengan tema -go green-nya
Sering ku bertanya pada diriku sendiri… Apakah aku sanggup melaksanakan amanah ini?
Apakah aku layak untuk menjadi ketua pelaksana ARESTA VII. Berbagai persoalan terus terjadi, baik berasal dari eksternal atau internal diri pribadi. Galau-cemas-takut-harap… semua tak menentu dan terus berputas-putar di otakku hingga mentari harapanku hampir tak bersinar lagi, Allah SWT membuka mata hatiku lewat sekeping hati serang insan, bernama Teman.
Nikmatnya ukhuwah yang terjalin atas dasar keimanan dan ketaqwaan BENAR-BENAR TERASA saat itu….
masih kuingat, awal-awal pembentukan ukhuwah kita di acara ini….
ketika persoalan masing-masing ego tak kunjung selesai
ketika kritikan tajam menghujam bathin
ketika kepercayaan perlahan hilang di diri ini
tangis air mataku mengalir deras, tak terbendung
dadaku sesak dengan segala persoalannya
pandanganku buyar, senyumku hilang
ku tuliskan surat pengunduran diriku sebagai ketua pelaksana acara ini
apalagi yang bisa kuperbuat?
Masalah seakan tak tuntas-tuntasnya
kemudian, kuserahkan surat pengunduran diriku itu kepada Ketua De-OSHK MA 16
Dia menlolak surat pengunduran diri itu dan mempercayakan diriku bahwa:
“aku sanggup melaksanakan amanah ini”
Pernah juga, ku bawa sebuah buku ke kantor De-OSHK MA 16
Kutuliskan segala gundah hatiku di dalamnya
tentang kelemahanku – tentang hitam putihnya persiapan acara ini
dan kutinggalkan begitu saja, tergeletak di atas meja berkaki empat
Kudapati kata-kata motivasi telah tertulis tepat di bawah tulisan gundahku
Kata-kata yang semakin meyakinkanku untuk melanjutkan perjuangan ini
Meyakinkan diriku – meyakinkan teman-temanku
-ternyata ada orang yang takut pada dirinya sendiri-
Tak lain, tak bukan dan sudah pasti, yang menuliskan kata-kata penuh dukungan itu adalah orang yang sama, yang telah menolak surat pengunduran diriku dari amanah ketua pelaksana ARESTA VII
Orangtuaku-pun memberi nasihat untukku dalam sebuah pembicaraan melalui telepon pada hari Selasa, 13 November 2012 pukul 17:55 WIB=
Semua amanah adalah kepercayaan yang sudah orang perhitungkan untuk Arra dan kelak akan menjadi bekal dan pengalaman yang sangat berharga di hari depan Arra
Kegelisahan dan perasaan kacau pasti berasal dari setan yang selalu menebar was-was, jarena itu usirlah dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT
Bercerminlah dengan hati orang-rang sholeh di sekitar Arra
Biarlah semua berjalan sebagaimana air mengalir, karena pada hakikatnya Allah SWT yang menilai kita, saling ber-tausiyah sesama teman sesibuk apapun. Allahuakbar! Allahuakbar!
Kawan, berkat dukungannya dan berkat dukungan teman-temanku
Aku tak jadi mengundurkan diri, aku-pun tak percaya
Aku ternyata bisa bertahan hingga mampu berdiri di depan banyak orang
memberikan sambutan ketua pelaksana dalam acara pembukaan ARESTA VII
sambutan sederhana yang mungkin saja tidak jadi terucap oleh mulutku, andaisaja waktu itu aku benar-benar mengundurkan diri dari amanah itu,
Alhamdulillah, berbagai kemudahan Allah SWT berikan dalam langkah-langkah kami selanjutnya
Kalian semua paham, membahagiakan orangtua adalah salah satu tujuan yang amat mulia.
–ridho Allah SWT, ridho orangtua. Murka Allah SWT, murka Orangtua-
Salah satu hal yang patut disyukuri adalah ketika seorang anak mendapatkan do’a-do’a dari orangtuanya, anak itu akan tumbuh menjadi anak yang sholeh, sukses, bahagia dunia dan akhiratnya, rahmat dan kasih sayang Allah akan selalu meliputinya dimanapun ia berada.
Satu hal lain, yang sangat aku syukuri adalah….
Orangtuaku datang menyaksikan langsung pembukaan ARESTA VII
Menyaksikan anaknya mampu berbicara di depan banyak orang
Mungkin, bagi sebagian kita itu adalah hal sepele yang tak seharusnya dibicarakan
Namun bagiku pribadi, aku berharap besar orangtuaku dapat bangga terhadap diriku, anaknya
Setidaknya, aku berhasil menunjukkan bahwa aku berprestasi –juga- walaupun prestasi yang kuraih jelas bukan prestasi akademik yang didambakan banyak orangtua (biasanya)
Ya… aku hanyalah seorang anak yang terus berusaha untuk membuat orangtuaku bangga
dan tersenyum; dengan segala keterbatasanku
kini, Alhamdulillah ARESTA VII telah terlaksana dengan segala kelebihan dan kekurangannya
kisah-kisah itu terangkai indah dalam catatan perjalanan hidupku bersama teman-temanku di bahtera CATRAZXSIDE.
bahtera itu kini sedang menuju ke bibir pantai yang indah….
dan bila telah sampai, maka satu-persatu akan turun untuk menimba ilmu di tempat yang berbeda, - tantangan yang berbeda pula, namun aku yakin kita semua akan tetap menyatu dalam ukhuwah yang terbungkus rapat dalam sanubari iman dan taqwa
buktikan bahwa kita adalah angkatan terbaik yang dimiliki -wadah besar kita-
kita adalah anak-anak yang kompak dan selalu berjuang untuk kebaikan bersama.
Terakhir, ku ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang turut andil mensukseskan acara ini. Jazakumullah bil jannah
Beberapa nasihat Ust. Eresmair:
apapun yang kita dapatkan pada hari ini, baik itu berhasil atau tidak
itu bukanlah hasil usaha tangan manusia semata
namun, dibalik itu semua –ada takdir Allah SWT yang menentukan-
Yang Maha Adil – Yang Maha Tahu
Berhasil tidak sombong – gagal tidak pesimis
Janganlah selalu berharap bahwa pengorbanan dan pekerjaan yang sudah kita lakukan akan mendapatkanbalasan langsung ketika kita telah usai melaksanakannya
Berpikirlah, bila semua balasan itu langsung diberikan kepada kita di dunia….
Balasan apa yang nantinya akan kita dapatkan di akhirat kelak?
Mencari ilmu sebagai nikmat
Manfaatkan waktu jauh terbentang
Pada seluruh tamu yang terhormat
Kami ucapkan selamat datang
Indahnya kalam menutup malam
Hingga pujangga tunduk tafakkur
Allah ciptakan alam yang indah
Banggakan Ia dengan bersyukur
Membawa buah menumpang taksi
Sambung ukhuwah unjuk prestasi
Ku tulis catatan ini selama 90 menit (16.00 – 15.30 WIB) di sudut kamar Khondaq 1, pada tanggal 6 februari 2013 sambil (berkali-kali) memutar OST. ARESTA VII versi akustik