Kalo lagi bawa motor, terus memperhatikan sekitar, kadang saya suka mikir, "Harusnya dalam menjalani hidup juga kaya kita bawa kendaraan gak sih? Kita tidak merasa terusik ketika melihat orang lain mendahului atau menyalip kita dari belakang, toh tujuannya juga belum tentu sama kan? Kita juga tidak harus menyamakan kecepatan atau ingin mendahului kendaraan lain. Karena kita tahu bahwa jalan raya bukan arena perlombaan layaknya sirkuit. Kita juga gak perlu terlalu banyak tengok kanan kiri yang membuat kita jadi gak fokus dalam berkendara."
Kalo dalam hidup, kita sebenarnya gak perlu terlalu banyak memandang kehidupan orang lain. Fokus aja ke tujuan kita masing-masing. Kenapa? Karena kalo kita gak fokus, justru akan mudah terbawa arus. Ikut sana sini, belok kesana kesitu, padahal belum tentu pas dengan diri kita. Ujung-ujungnya malah banyak membandingkan. Makanya dari awal harus tahu betul apa tujuan yang ingin kita capai. Biar gak plin plan, biar gak tiba-tiba mengubah haluan. Persis seperti saat kita ingin pergi rekreasi misalnya, tetapi kita belum tahu tempat mana yang hendak kita tuju, pasti di sepanjang jalan kita akan bingung. Atau malah bisa jadi semua tempat kita kunjungi, yang akhirnya membuat pengeluaran kita membengkak. Waktu rekreasi yang seharusnya bisa dipakai dalam durasi yang singkat, justru menyita waktu kegiatan kita yang lain.
Terkadang kita tidak sadar telah merasa tertinggal dari apa-apa yang berhasil orang lain capai. Seolah-olah standarisasi kehidupan kita harus sama antara satu dengan yang lainnya. Padahal tidak semua hal harus disamaratakan. Apalagi soal kehidupan. Karena hidup ini beragam. Hanya Allah yang dapat menilai dengan seadil-adilnya tentang usaha manusia. Tetapi sering kali manusia justru sok tahu, padahal apa yang dilihatnya tidak lebih dari seujung kuku.
Sudah ya, layaknya kita sedang berkendara, nikmati saja perjalananmu dengan kesyukuran. Jika di perjalanan kamu temui kekesalan, siramlah ia dengan kesabaran. Tidak usah merasa terusik jika orang lain berjalan lebih cepat dari kita, karena bisa jadi mereka sedang bergegas untuk sesuatu yang mereka anggap penting. Kita cukup dengan kecepatan yang menurut kita paling pas, paling aman, dan nyaman. Tetaplah tenang dalam berkendara, oke!
@penaalmujahidah















