Are you ready to become a part of our event TONIGHT? Yes. #STOP_WATCHOUT! exclusive at @Verde_lounge Start 8pm.
seen from Sweden
seen from Australia
seen from TĂĽrkiye
seen from China

seen from Malaysia
seen from Canada

seen from Germany
seen from Ireland
seen from Ireland

seen from Austria

seen from Canada
seen from United States

seen from Canada
seen from China
seen from Germany

seen from Poland
seen from China

seen from Canada
seen from United Kingdom

seen from Poland
Are you ready to become a part of our event TONIGHT? Yes. #STOP_WATCHOUT! exclusive at @Verde_lounge Start 8pm.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
"Musicians want to be the loud voice for so many quiet hearts"
Billy Joel
FAIRYTAILS: TRIBUTE TO ONE OK ROCK
Fairytales yang telah terbentuk sejak tahun 2009, berdiri dengan 3 orang personil dan kemudian berkembang menjadi 5 orang yang telah banyak dilakukan pergantian. Bergenre J-Pop dan mengakui selalu membawakan lagu-lagu One Ok Rock sejak pertama kali mereka manggung di tahun 2010. Selain dari lagu-lagu One Ok Rock, mereka juga membawakan lagu-lagu Beat Crusaders dan beberapa lagu diluar Jepang. Meskipun Fairytales bergenre J-Pop tidak menutup kemungkinan mereka untuk manggung diacar-acara lain yang tidak berbau Jepang, “bahkan perpisahan Camat pun juga” jawab Rully, gitaris Fairytales.Â
Rully bercerita tentang proses bertemunya personil Fairytales, “ Jadi ceritanya gini, dari kami berlima ini kan yang paling lama saya (Rully), saya dulu masuknya direkrut… eh bukan ngelamar. Waktu itu Fairytails ada tiga orang, Kinkin, Sony, sama Erick. Setelah saya gabung jadi berempat, terus gabung dua orang lagi. Terus mulai keluar satu-satu, gugur. Akhirnya tinggal saya sama Erick. Terus kita rekrut mereka-mereka ini (personil baru), dipungut, diculik hahaha. Kalau bassist kita ketemu online. Bassist yang sekarang ini bassist kelima. Jadi bassist pertama keluar, bassist kedua keluar karena kerjaan, bassist ketiga keluar… keluar provinsi, balik ke Kalimantan”. Kalau dihitung tuh, generasi pertama itu bertiga, generasi kedua berlima, generasi keempatnya berempat, terus ganti bass dua kali, enam (generasi) berarti. Sedangkan vokalis hanya ganti sekali, karena yang sebelumnya meninggal karena kecelakaan pada tahun 2012″ lanjut Rully. Usut punya usut mereka mulai  berlima ini dimulai tahun lalu pada launching Ennichisai, namun resminya tahun ini.Â
“Band kita ini berdiri seiring sama berdirinya One Ok Rockers Indonesia dan One Ok Rockers Bandung. Jadi kita suka dapet tawaran manggung dari temen-temen di sana juga” Rully menjelaskan tentang perkembangan band-nya dalam 3 tahun terakhir.Â
Personil Fairytales juga ternyata sebelumnya ada yang tidak mengetahui One Ok Rock. Racun ini dibawa oleh vokalis sebelumnya.”Ada juga personil yang kita ketemunya di forum One Ok Rock. Awalnya bilang cuma mau bantuin aja, terus lama-lama jadi drummer”. Â
Ditanya mengenai latar belakang dari penamaan Fairytales, Rully mengatakan dari anime. “Jadi ada guild yang namanya “Fairy Tail” kan, terus mereka menjunjung tinggi kebersamaan, persahabatan, jadi dipake buat nama”. Mengenai album, ternyata Fairytales sudah mengeluarkan sebuah mini album, yang katanya pengerjaanya 70% dilakukan sendiri bahkan sampai prosesi recording, hanya pencetakan dan tempat CD yang dilakukan oleh orang. Konsep dari album ini pun lebih kepada coba-coba. “Kan album pertama, jadi kita coba-coba dari lagu yang cepet, medium,kan, terus mereka menjunjung tinggi kebersamaan, persahabatan, jadi dipake buat nama”, sebut Rully.
Mengenai harapan perkembangan musik J-Pop di Bandung, Rully mengatakan “Kebanyakan musik J-Rock kan ada di komunitas, jadi kita berharap semoga komunitasnya tetap hidup dan solid. Kenapa kita sering manggung di acara Jepang, bukan karena kita seneng aja. Di acara Jepang itu sebulan kita bisa empat kali manggung. Kalau band biasa (bukan Jepang, Indonesia) paling di cafĂ© aja kan… Kalau musik rock kan lebih jarang juga, jadi jam terbang kita bisa tinggi”.Â
Pada penghujung sesi wawancara, tibalah ke kesan pesannya, “serulah. Gak terduga. Kita kira kita kan tampil terakhir, terus yang dateng denger-denger anak SMA. Biasanya kalo acara jam 8 malem ke atas itu udah sepi, tapi pas tadi kita tampil, masih rame ternyata. Jadi ngerasa bersalah karena agak terlalu banyak ngomong. Bercanda kok hehe. Intinya sih kita senang banget. Kalau ada salah-salah kata, kami mohon maaf ya.Undang-undang kami ya, udah lama nih gak main di Unpad!”, seru Rully sang gitaris Fairytale...
FRAU, KONSER TENTANG RASA
Mempelajari piano sejak kanak-kanak, ia merekam sendiri lagu-lagu pertamanya dengan menggunakan komputernya, kemudian mengunggahnya ke internet. Karya-karya dengan cepat diterima publik. Ia lalu merekam dua album berjudul Starlit Carousel dan Happy Coda dan keduanya sukses. Ia adalah Frau. Limunas bekerja sama dengan Leilani Hermiasih atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Frau dalam mengadakan konsernya yang bertajuk Konser Tentang Rasa. Limunas sebagai penyedia bagi teman-teman yang ingin bermusik dan dengan jangka waktu yang suka-suka, berdiri pada tahun 2013 dan bukanlah suatu EO, yang dibantu oleh Ommunium dalam hal merchandise dan ticketing. Konser ini telah dipikirkan dalam jangka waktu yang lama, namun karena Leilani Hermiasih sendiri mendapatkan beasiswa dan tidak menetap di Indonesia, konser ini diadakan karena mumpung Leilani sedang berada di Indonesia. Tentang persiapan konsep konser, Limunas menjelaskan, “Ide muncul dari Mas Hakim, beliau merasa ada perasaan yang tersentuh saat mendengarkan lagu-lagu Frau. Sederhana saja, nama yang dipilih adalah Tentang Rasa. Pasti saat Leilani menciptakan lagu, ada perasaan tertentu yang menjadikannya alasan”.Â
Masuk ke Deu Galih sebagai band pembuka konser, Limunas menjelaskan alasannya dengan simple, “ band pembuka harus lebih terkesan simple dari band utama”.  Limunas menuturkan  bagaimana rasanya mengadakan konser-konser sejauh ini yang dirasakannya “ribet”, namun memiliki perasaan berbeda-beda setiap event-nya. “Ribetnya karena pasti ada cekcok dengan manager. Tetapi lepas dari itu, mengadakan konser adalah suatu hal yang menyenangkan”, tutur Limunas.Â
Terlepas dari cerita tentang Limunas, Bebegigs penasaran ada apa dibalik penamaan Oscar dalam piano Frau. Jawabannya adalah “Oscar dalam bahasa Jerman, artinya pembawa tonggak yang tangguh. Oscar diharapkan bisa menjadi partner yang tangguh dalam berbagai kesempatan. Piano ini diberi nama karena, dia butuh dikenal orang lain seakan-akan memiliki nyawa”, jelas Frau. Â
Frau berbagi cerita lewat lagu-lagunya yang mendongeng. Sebuah nuansa yang menyenangkan dan Printemps Français dengan senang hati ingin mempersembahkannya dalam Konser Tentang Rasa. Berikut beberapa bukti keindahan lantunan jemari Frau di konsernya pada 22 Mei silam.Â
MANAJEMEN KOMUNIKASI D Presents: NANGOR EAT AND WEAR FESTIVAL 2015 taste your style - FUSION Talk Show. Wednesday, June 10th 2015 @ Gerbang Lama UNPAD, Jatinangor

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
ELECTRIC COOLTOUR Friday, June 5th 2015 @ Rogers Cafe & Lounge, Bandung
GO-GO SORI Thursday, 4th June 2015 @ Amphiteather Pascasarjana FIKOM UNPAD, Jatinangor 4pm to 9pm
PARTYCLE @ Brick & Barrel Bistro, Bandung 9pm to 3am